Cerita Dewasa Ngentot Dengan Kakak Dan Mama Part 1 | Hamper sau tahun lebih aku dibuat senang oleh Sasha, dimana saat
usiaku 17 tahun kelas 2 SMA, disekolah aku termasuk orang yang
berprestasi jujur saja kalau dirumah aku jarang belajar apa mungkin daya
ingatku yang kuat dan aku termasuk orang yang bandel aku juga sering
bolos walaupun tak ada maslah karena disekolahku tidak terlalau ketat.
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Kakak Dan Mama Part 1

Cerita Sex Bercinta dengan Kakak dan Mama
Namun untuk antisipasi mama kusuruh bertemu kepala sekolah, kusuruh
mama ngebokis sedikit, mama bilang kalau aku kadang tidak masuk harap
dimaklumi, karena kondisi fisikku kurang baik, jadi suka sakit tiba –
tiba. Dan kepala sekolahpun dapat memahami, karena yang memberikan
keterangan adalah orangtua muri sendiri.
Dari segi kehidupan Sekskupun aku sudah semakin pintar. Selain dengan
mama, aku pernah melakukan hubungan Seks dengan 2 orang teman
sekolahku, yang kutahu bukanlah tipe Cewek yang melakukan seks untuk
bayaran. Murni karena suka sama suka saja, nggak ada paksaan atau
ikatan, saling menikmati saja.
Aku nggak pernah merasa harus mulai sibuk cari cewek atau pacaran,
bagiku keberadaan mama sudah cukup dan jauh lebih berarti. Mama sendiri
kini semakin sukses dengan bisnisnya, Perusahaannya kini semakin
berkembang dan diperhitungkan eksistensinya dalam dunia bisnis. Mama
juga terlihat lebih cantik dan bahagia dengan keadaan yang kami jalani.
Mama sendiri tetap sering mengingatkan aku, bahwa aku bebas mencari
pacar, namun aku harus bertanggung jawab. Mama nggak mau aku main dengan
pelacur. Mama juga bilang kalau mencari Cewek carilah yang membuatku
nyaman dan merasa bahagia.
Mama bilang mama nggak bisa mengontrol aku setiap waktu, mama juga
nggak bakal tahu kalau aku berbohong, jadi mama menasehati, kalaupun aku
melakukan hubungan seks dengan siapapun nantinya yang menjadi pacarku,
aku harus bersikap gentle dan bertanggung jawab, jangan hanya mau
enaknya saja, semua resiko harus diterima dan dipertanggungjawabkan.
Mama akan marah kalau aku misalnya lari dari tanggung jawab bila
menghamili orang. Mama merasa perlu mengutarakan hal ini karena mama
bilang, bohonglah kalau aku yang sudah kenal seks ini bisa melakukan
pacaran tanpa harus melibatkan seks. Jadi mama merasa berkewajiban
memberiku nasehat.
Namun aku yang sedang merasakan bahagia dan kenikmatan hubungan
dangan mamaku, tidak terlalu peduli, bahkan aku merasa tidak niat cari
pacar, mama sudah cukup. Aku bilang ke mama, bahwa saat ini mama adalah
mamaku dan juga istriku.
Tidak peduli mama setuju atau tidak, mama adalah juga istriku. Aku
selalu berkeras akan hal itu, karena bagiku memang seperti itu, aku
bahagia sama mama,dan menganggap mama adalah segalanya bagiku. Namun aku
tidak pernah mau memanggil nama mamaku, Sasha, bagiku panggilanku saat
bercakap, saat sedang berstubuh adalah Mama. Aku merasakan sensasi
tersendiri dengan satu kata itu : Mama. Mama sendiri akhirnya mengiyakan
keinginanku yang keras itu.
Iya saat ini mama juga adalah istrimu dalam kehidupanmu, namun hanya
sampai kamu menemukan istri yang sebenarnya ya Jhon. Dan jangan protes
lagi, atau mama akan marah….
Senang hatiku mendengarnya, mama setuju menjadi istriku. Walau hanya kami saja yang tahu, itu sudah lebih dar cukup bagiku.
Mbak ku Rina sendiri saat itu 19 tahun dan baru saja kuliah jurusan
Psikologi. Sering nggak tentu pulang ke rumah, lebih banyak di Jakarta
di rumah kakek nenek ku. Mbak ku ini amat sayang padaku, juga pada
mamaku. Orangnya supel banget, terbuka. Mbak amat memanjakan aku, juga
paling senang becanda sama aku.
Hubungan kami sangat dekat dan akrab. Biasanya kalau Mbak datang,
kami bertiga pergi makan keluar, terus jalan² ke mall, cafe atau nonton
bioskop. Tentu saja aku dan mama harus menahan diri dan berhati – hati
kalau ada Mbak, untungnya Mbak tahu kalau dari dulu kadang² suka tidur
di kamar mama, jadi tak akan curiga kalau aku di sana, paling berpikir
aku masih kolokan,
Namun umumnya jatahku berkurang. Kalau urusan fisik, Mbakku juga
cantik, berambut panjang, tinggi juga hampir 170 cm, bodinya seksi,
Toket nya juga montok gede dan panjang. Jujur saja, aku tidak terlalu
memiliki niat atau hasrat melakukan ngentot pada Mbakku ini. Kalau untuk
urusan seksi, iyalah, sama seperti mama, Mbak juga nggak terlalu
memperhatikan pakaian bila di rumah, di depan aku juga tidak canggung
untuk memakai daster atau baju tidur yang mini, juga kalau berenang
tidak canggung memakai bikini. Bohong kalau aku bilang Kontol ku tidak
tegang kalau sedang melihat Mbak berbikini, tapi itu kan wajar saja, aku
kan lelaki normal.
Tapi untuk melakukan hubungan seks, rasanya aku nggak terlalu
memikirkannya, karena aku sudah bahagia dan cenderung menyukai
melakukannya dengan mama yang kuanggap sudah matang dan sedang dalam
kondisi tubuh sempurna sebagai Cewek.
Aku benar-benar lebih suka melakukan dengan mama. Semua hasratku bisa
tersalurkan bersama mama. Kalau sama mama aku benar² tidak bisa
mengontrol hasratku, tapi kalau sama Mba Rina, entah kenapa aku masih
bisa menahan diri sengaceng² Kontol ku. Tapi kadang jalan kehidupan
memang tidak dapat ditebak, akhirnya aku juga melakukannya dengan Mba
Rina . Prosesnya agak sedikit aneh dan tidak terduga olehku dan akan
kukisahkan di sini.
Pagi itu aku libur sekolah, biasa katanya ada rapat guru, mama sudah
berangkat ke kantornya. Suntuk benar campur capek sisa menggarap mama
tadi malam. Si Mbak yang biasa nyuci kayaknya datang hari ini dan lagi
nyuci di belakang, mungkin tadi sudah ketemu mama. Aku lalu sarapan
sambil membaca koran olahraga.
Nggak lama kemudian aku nyalain TV, nonton acara musik. Sejam
kemudian si Mbak pamit pulang. Bosan juga, mau internetan malas…terus
aku ingat ada kaset game consol yang belum aku coba, segera aku ke
kamar, ngambil game console ku dan kasetnya, main di ruang keluarga saja
deh. Lumayan juga, game tembak²an jedar.. jeder.. ini bisa bikin hati
senang. Tidak terasa sudah siang.
Hei…! tiba² terdengar suara jeritan ceria dan tangan yang menutup mataku. Terasa ada empuk² tetek menempel di bahuku.
Aduh Mba Rina ngagetin saja nih.
Kok nggak sekolah Jhon ?
Libur. Mbak juga tumben datang nggak kasih kabar ?
Sengaja kok, Mbak lagi libur semesteran.
Naik apa kemari Mba ?
Tadinya sih mau bareng sama temanku, tapi mereka baru balik besok, akhirnya naik kereta api tuh.
Coba telepon dulu, kan bisa Jhoni jemput di stasiun.
Hehe…biar suprise ah. Mama juga nggak tahu tuh.
Gimana kabar opa sama oma Mba ?
Baik, kamu tuh jarang nengokin, padahal kan ke sana sebentar.
Iya..iya cerewet amat.
Gimana sekolahnya ? Sudah punya cewek belum ?
Ih…nih orang cerewet deh, mending Mbak istirahat dulu, terus telepon mama.
Oke boss…
Mbak lalu mencium pipiku dan segera berdiri, lalu berjalan ke dalam,
nggak lama terdengar suara yang ceriwis juga ketawa-ketiwi, rupanya Mbak
lagi nelpon mama. Akupun kembali meneruskan main game. Dari dalam
terdengar suara Mbakku berteriak
Jhon, kata mama nanti nggak usah jemput. Mama pulang sama supir kantor. Terus nanti malam kita makan di luar.
Aku hanya mengiyakan saja, masih asik sama game balapku. Nggak lama
suasana kembali sepi, kayaknya Mbakku yang bawel itu sedang istirahat
tidur. Senang sih aku dengan kedatangan Mbak, tapi itu berarti aku dan
mama tidak bisa begitu bebas lagi…oh nasib berkurang deh jatahku.
Karena aku juga sudah lama main game, aku pun memutuskan untuk tidur
juga. Lumayan biar segar nanti kalau malam jalan sama mama dan Mba Rina .
Sorenya aku bangun, kembali teringat Mba Rina yang baru datang,
akupun membereskan mainanku kembali ke kamar, lalu berjalan ke arah
kulkas, cari makanan. Sambil mengunyah kue, kulihat di kaca belakang,
Mba Rina lagi tiduran di bangku di pinggir kolam renang.
Wah enak juga nih sore – sore berenang. Aku segera berjalan ke arah
kolam. Nampak Mbakku lagi bersantai dengan baju renang bikininya, namun
bagian atasnya masih ditutupi kaos.
Mba, kok nggak bangunin aku ?
Ngapain, kamu sih mentang – mentang libur, maunya malas – malasan terus.
Sudah makan belum Mba ?
Sudah, tadi masak spaghetti.
Jahat amat, makan sendiri, nggak bagi-bagi.
Mbakku hanya tertawa, aku yang sebel segera loncat ke kolam dan
berenang. Segar rasanya, bolak balik dari sisi satu ke ujung lain. Puas
berenang, aku naik ke atas, menuju lemari handuk, mengeringkan tubuh,
lalu berjalan ke bangku lain di samping Mbak.
Mba Rina masih bermalas²an. Akupun ikut berbaring di bangku berjemur.
Matahari masih agak terik. Mataku kembali mengantuk, karena angin
sepoi². Tiba² Mba Rina bangkit dan kini dalam posisi duduk, kulihat dia
membuka kaosnya, nampak keteknya yang bersih sedikit ditumbuhi bulu yang
halus dan jarang. Kulihat Kutang bikininya bergoyang saat Mba Rina
mengangkat kaos.
Ugh…Kontol ku langsung mengeras, kuarahkan pandangan mataku terfokus
ke daerah dada Mba Rina . Wow…nampaknya Mbak sudah tumbuh berkembang
dengan baik dan menjadi Cewek yang seksi, seingatku dulu Kutang bikini
Mbak nggak seketat sekarang, nampaknya tetek Mbak bertambah besar, sudah
hampir seukuran mama.
Juga pinggul dan pantatnya yang tampak lebih montok dan berisi.
Kontol ku mengeras sejadi²nya. Lagi enak²nya terpesona, kudengar suara
Mbak
Woiii…ngapain bengong, ngelihatin apa kamu?
Nggak…mata Jhoni nggak bisa nolak rejeki kan
Dasar baru gede kamu, sini, tolong dong usapin lotion ke punggung Mbak.
Wah sungguh tawaran yang menggiurkan, lumayan buat menghibur adikku
yang lagi mengeras di balik celanaku ini. Sekalian jahilin Mbakku ini.
Mba Rina lalu segera tengkurap. Akupun segera memulai tugasku, Posisiku
berdiri membungkuk dengan Kaki mengankang di atas pantat Mba Rina .
Segera kutuang lotion ke tanganku, akupun segera mengusapkannya ke
punggung dan badan Mbakku. Sengaja aku mengusap – ngusap dengan agak
bertenaga sedikit, seperti memberikan pijatan. Kayaknya Mbakku
menikmatinya.
Enak Jhon, rasanya nyaman, bikin pegel Mbak hilang. Sekalian deh Kakinya.
Wek…maunya, memangnya tukang pijit.
Segitunya, sekali – kali kenapa mijitin Mbaknya.
Iya deh, tapi itu tali KUTANGnya dibuka ya, biar nggak nyangkut².
Ya sudah, kamu tarik sendiri.
Akupun segera menarik tali Kutang bikini tersebut. Kuambil lotion
kembali, sengaja aku memulai dari Kaki, kuusap lotion dan memulai
memijit dari telapak Kaki, lalu betis, naik lagi ke paha, lalu tanganku
sampai ke daerah CELANADALAM , sengaja aku lebarkan Kaki Mbak pelan².
Nampakbelahan pantatnya yang montok.
Kupijit dengan lembut kedua belahan pantatnya, jariku juga dengan
perlahan dan sesekali menyentuhtanpa sengaja bagian terluar daerah Memek
Mbak yang tertutup CelanaDalem. Mba Rina juga diam saja, entah tidak
tahu atau sangat menikmati pijitanku.
Cukup lama aku memijat daerah pantat Mbak. Samar² aku mencium bau
aroma menyenangkan yang sudah lama kukenal, masa sih Memek Mba Rina
mulai basah. Akupun meneruskan pijatanku dengan khidmat. Mba Rina
berdehem sambil tertawa dan mengatakan kalau yang harus kupijit seluruh
badan, bukan pantat.
Aku pun mengambil kembali lotion, kali ini aku duduki pantat Mba
Rina, lalu aku mulai memijat punggung Mba Rina . Ku usap² dan kubelai
dengan lembut dan bertenaga bergantian. Saat sampai bagian tengah
punggungnya, sengaja aku lebarkan jari²tanganku, dan sedikit menyentuh
bagian pinggir teteknya.
Nampaknya Mba Rina benar² enjoy dengan profesiku sebagai tukang
pijit, membiarkan saja semua pijatanku. Tanpa terasa Kontol ku makin
mengeras dan berdenyut². Sebelum aku kebablasan akupun segera menyudahi
kegiatanku.
Mba, sudah ya capek nih.
Yah..pijatan kamu enak lho, pegel Mbak hilang nih, bentar lagi deh.
Ogah ah, capek. Memangnya bagian depan juga mau dipijit ? tanyaku belagak lugu.
Yeee…itu mah Mbak bisa sendiri.Ya sudah, makasih ya adikku sayang.
Mba Rina lalu segera berbalik, tangannya memegang KUTANG bikininya,
lumayan agak ke bawah sedikit sih, sehingga gunung kembarnya terlihat
seperti meloncat keluar. Makin ngaceng deh…mending ke dalam deh. Baru
saja aku berjalan, kudengar suara Mba Rina sambil tertawa..
Jhon, benar lho pijatanmu enak, makasih ya, tapi kok tadi rasa² ada benda aneh terasa di atas pantat Mbak…ha..ha..ha.
Sialan….kan aku lelaki normal, ini kan juga salah Mbak…huh. Balasku tengsin.
Makanya cari pacar sana…
Bawel ah…sudah deh berenang sana.
Akupun segera menuju ke dalam rumah, gawat nih, Kontol ku benar –
benar nggak kompromi, terpaksa deh pakai cara tradisional. Segera aku
masuk ke dalam, berdiri di tempat yang tidak terlihat dari arah kolam
renang, namun aku bisa melihat ke sana.
Kulihat Mba Rina sedang duduk, nampaknya sedang mengoleskan lotion
pada bagian depan tubuhnya. Celanaku segera kupelorotkan, tangan lumayan
licin sisa lotion mijit Kaki tadi, aku segera mengocok Kontol ku,
kulihat Mba Rina sedang mengoleskan lotion pada area teteknya, nampak
teteknya bergoyang, tangannya masuk ke balik Kutang nya, duh kenapa
nggak diangkat sedikit saja sih pikirku.
Kocokan semakin kencang. Lalu Mba Rina nampak melebarkan Kakinya,
kini sedang mengolesi wilayah sekitar paha dan selangkangannya. Kukocok
Kontol ku makin cepat, Denyutan terasa makin kencang…Creet…creet..ah
akhirnya keluar juga, lega rasanya.
Segera saja kubersihkan muncratanku dengan celanaku, lalu segera
menuju kamar mandi. Sambil mandi aku tersenyum sendiri…sudah lama juga
aku tidak onani, karena biasanya langsung sama mama. Namun hari ini
darurat, daripada bablas….
Tak lama kemudian mama pulang, setelah mama istirahat dan mandi, kami
pun pergi jalan ke luar. Malamnya Mba Rina minta tidur di kamar mama,
biasalah sudah lama tidak ketemu, juga karena dia semangat menceritakan
kegiatan barunya di dunia perkuliahan…puasa deh malam ini.
Besoknya juga sama…duh banyak banget sih ngegosipnya, tinggal aku
merana sendiri di kamarku. Mama bukannya nggak paham dengan kondisiku,
namun kami harus menjaga rahasia kami.
Untunglah hari ketiga Mba Rina merasa bahan gosipannya sudah
berkurang dan memutuskan tidur di kamarnya, aku sengaja memutuskan untuk
tidur di kamarku sendiri, untuk kemudian nanti masuk menyerang ke kamar
mama. Sewaktu kami nonton TV malam itu, saat Mba Rina tidak melihat,
aku mengedipkan mata ke mama sebagai kode nanti malam aku kepingin.
Mamapun balas mengedip dan tersenyum. Tidak lama kemudian aku bilang
sudah mengantuk, dan segera ke kamarku. Di kamar aku nyalakan laptopku
dan mulai browsing, biasa pemanasan dikit buat adikku. Lega rasanya
sebentar lagi bisa bermesraan kembali dengan mamaku tersayang.
Huh…tersiksa berat aku, 3 hari ini mama sibuk kerja, juga tidak bisa
aku datang ke kantornya, karena sedang rapat terus membahas proyek baru,
sehingga tidak ada waktu buat nyolong² melakukan hubungan.
Belum lagi Kontol ku ngaceng terus kalau lihat Mba Rina dengan
bikininya di kolam renang tiap sore. Setengah jam kemudian aku dengar TV
dimatikan, dan suara Mba Rina mengucapkan selamat tidur ke mamaku.
Sabar bentar lagi dik…kamu akan menemukan lubangmu….sabar. Aku
meneruskan menjelajahi situs – situs porno favoritku. Satu jam kemudian
aku matikan laptopku, kubuka pintu kamar pelan², mataku melihat ke arah
kamar Mba Rina, kamar kami bertiga memang terletak di lantai dua,
mengendap aku ke sana, kutempelkan telingaku di pintunya, selama satu
menit aku konsentrasi mendengarkan, nampaknya tidak ada suara apapun.
Yakin bahwa Mba Rina sudah tidur, aku segera menuju kamar mama,
membuka pintu, nampak mama mengenakan baju tidur mininya, sedang
membaca. Mungkin karena birahi kami yang sedang dahaga, dan juga karena
biasa bebas saat Mba Rina tidak di rumah, maka aku jadi agak sembrono
saat itu, aku hanya menutup pintu sebatas tertutup, tanpa melihat apakah
sudah tertutup rapat, apalagi menguncinya. Yang ada dalam otakku adalah
segera bermesraan dengan mama tersayang.
Mama yang melihatku masuk, segera menghentikan kegiatan membacanya,
ditaruhnya bukunya ke meja di samping ranjang. Aku segera naik ke atas
tempat tidur, tanpa basa – basi aku segera mencium bibir mama dengan
gairah yang membara..sementara tanganku meremas – remas tetek mama yang
masih terbungkus baju tidurnya.
Ma, aku kangen banget nih…
Iya sayang, mama juga.
Kami berciuman dan saling meraba satu sama lain, mama meremas² Kontol
ku yang sudah mengeras di balik celanaku. Dengan cepat aku segera
membuka kaosku, lalu segera menelanjangi mamaku, mamapun membantu aku
melepaskan celanaku. Segera saja aku gumuli mamaku.
Aku peluk dan ciumi bibirnya, bulu keteknya, lalu aku segera turun ke
daerah teteknya, mulutku dengan rakus segera menciumi dan menghisap
puting susu mama yang besar bergantian, tanganku pun mulai meraba dan
membelai² rambut memek nya yang lebat
Kuremas² rambut kemaluan yang tebal dan menggairahkan itu, lalu
kuusap² Memeknya, jarikupun mulai dengan lincahnya mencari lubang Memek
mama, segera kutusukkan ke dalamnya. Mama nampaknya juga memahami
gairahku, dan menerima semua rasa dahagaku yang tertahan selama 3 hari
ini.
Tangan mama memeluk punggungku, membelainya dengan lembut, wajahnya
menunjukkan ekspresi bahwa ia mau aku memuaskan semua dahagaku.
Tangannya pun mulai turun ke arah pantatku, dibelainya pantatku, lalu
mulai menuju ke arah Kontol ku, diraihnya kedua biji pelerku, diusap²
dan dimainkan dengan amat lembut.
Lalu ia mulai mengelus dan mengocok Kontol ku. Ugh…nikmat sekali
rasanya, saat tangan halus mama mengocok Kontol ku, aku pun terus
menciumi dan memainkan tetek mama, sudah basah tetek mama oleh ludah dan
keringat.
Puas dengan tetek mama, kembali kuangkat ke atas sebelah tangan mama,
bulu keteknya sungguh merangsang birahiku, aku kembali mengaeahkan
lidahku ke sana, kujilati dan kuciumi sepuas hatiku, aroma Jhongi dari
mama yang rajin merawatnya menggelitik hidungku dan makin membuat Kontol
ku mengeras.
Puas bermain², aku segera mengarahkan Kontol ku ke tetek mama, Mama
sudah paham apa yang kumau dan segera mengapit kedua teteknya, aku
segera memaju mundurkan pantatku untuk menggerakkan Kontol ku yang
sedang dijepit dengan nikmat di antara tetek mama yang besar itu.
Puting mama yang kecoklatan nampak mengeras dan mencuat ke atas
dengan mempesona. Kupilin – pilin dengan jariku, membuat mama mendesah.
Lalu tanpa merubah posisi, tangan mama segera menarik dan mendorong
pantatku ke depan, sehingga Kontol kupun kini berada tepat di depannya,
tangan mama segera memegang batang Kontol ku dan mulutnya mendekat,
lidahnya mulai menjelajahi dan menari – nari di atas Kontol ku,
Ooohhh…..rasanya tiada tara.
Perlahan mulutnya mulai menelan kepala Kontol ku, lalu batangnya,
sampai ke pangkalnya, dihisap dan dikulum – kulum dengan kuat namun
nikmat. Kontol kupun berdenyut² nikmat saat mulutnya mulai memompa
Kontol ku.
Pelan lalu cepat bergantian ditimpali dengan permainan lidah yang
lihai, membuatku hanya bisa mendesah menahan kenikmatan ini. Nampaknya
mama benar² ingin melumat habis Kontol ku dengan mulutku, saat aku
hendak menyudahi Oral Seks ini, tangannya menahannya, ya sudah aku
biarkan saja, mama makin semangat dan mengulum dan menghisap Kontol ku
dengan sangat panas.
Kadang mulutnya menghisap dan mengulum biji pelerku sambil tangannya
mengocok Kontol ku, lalu kembali mulutnya bermain dengan Kontol ku. Lama
kelamaan Kontol ku semakin berdenyut kuat, rasanya mau keluar nih
sebentar lagi.
Ma…aku sudah mau keluar nih.
Mama makin mempercepat hisapannya, dan paa timing yang tepat membuka
mulutnya di depan kepala Kontol ku, sementara tangannya memegang kuat
batang Kontol ku. Dilepasnya sesaat saja, Creeettt….spermaku keluar
dengan perlahan ke mulutnya
Lalu digenggam lagi dengan kuat, sesaat dilepas lagi…spermaku kembali
menetes perlahan, dan mama kembali menggenggam kuat, kali ini agak
lama, akhirnya mama melepaskannya, kali ini kepala Kontol kupun
memuntahkan sperma dengan jumlah agak banyak dan kental
Mama menampungnya ke dalam mulutnya. Memandangku, kulihat mulutnya
penuh dengan spermaku, sesaat kemudian mama menelannya, lalu menjilati
dengan rakusnya sisa sperma yang meleleh di sekitar Kontol ku.
Sudah lama mama nggak ngerasain sperma kamu sayang.
Ma tadi enak banget, mama pintar banget waktu bikin Jhoni keluar bertahap gitu, rasanya enaakkkkkk bangeet.
Siapa dulu dong mamanya, nah nanti gantian kamu yang puasin mama.
Mamapun mengelap mulutnya dengan tissue yang tersedia, lalu meminum
air di gelas yang ada di meja samping ranjang. Walau baru keluar namun
tidak butuh waktu lama bagi Kontol ku untuk tegang kembali…Kontol ini
pasti akan cepat tegang bila sudah berada dekat mamaku Sasha yang
telanjang dan mempesona ini.
Saat itu kami benar² dibakar api birahi yang menyala, sehingga tidak
menyadari pintu kamar mama sedikit terbuka, karena di luar agak gelap
dan kami sedang sibuk dan panas²nya, kami tidak menyadari ada sepasang
mata yang sedang melihat dengan mata terbelalak.
Rina berdiri terpaku di depan pintu, kaget dan terkejut dengan
kenyataan yang dia lihat sedang terjadi di dalam kamar mamanya. Tadinya
dia bermaksud ke kamar mama untuk meminjam buku sebagai bahan bacaan
karena dia belum bisa tidur, dia membuka dan menutup pintu kamarnya juga
dengan pelan, agar tidak mengganggu adik dan mamanya.
Begitupun saat hendak masuk ke kamar mamanya, ia bermaksud
melakukannya dengan pelan, agar tidak membangunkan mamanya. Namun ia
heran karena pintu kamar mamanya tidak tertutup rapat, dan saat ia
mendekat terdengar suara desahan dan rintihan yang sudah ia hafal benar
sebagai suara apa.
Penuh keheranan dan tanda tanya ia mendorong sedikit pintu itu
perlahan sekali, dan ia kaget dan terkejut mendapati adik dan mamanya
yang telanjang, juga mamanya yang sedang menghisap Kontol adiknya.
Mulutnya ternganga, tidak bisa mengeluarkan suara apapun, sementara
Kakinya juga tidak bisa beranjak dari situ. Akhirnya ia pun melihat
adegan yang sedang berlangsung di kamar mamanya.
Jhoni pun segera turun ke daerah selangkangan mamanya, mamapun segera
menaikkan lututnya dan membuka lebar kedua Kakinya, nampaklah Memek
mama yang mempesona. Segera saja Jhoni menciumi rambut kemaluan mamanya,
lalu mulai menjelajahi permukaan Memek mamanya dengan lidahnya,
dijilati semuanya.
Kemudian perlahan jarinya mulai melebarkan Memek mamanya, kembali
lidahnya menjilati dengan buasnya seisi Memek mamanya, lidahnya ditusuk²
ke lubang Memek mamanya, lalu lidahnya mulai menuju ke arah itil
mamanya, kacang enak itupun mulai dijilati dan dimainka dengan lidahnya,
itil mamapun mulai membesar, makin bersemangat saja Jhoni memainkannya,
mamapun mendesah penuh kenikmatan. Memek mama sendiri mengeluarkan
aroma nikmat yang membuat mabuk kepayang.
Jiiilaaat terusss Jhon.
Ya…ya….mainin itil mamaaa, terusss yang..
Oooohhh……Aaahhhh…Awww,….!
Rina melihat adegan yang berlangsung tersebut dengan berdebar², dari
arah pintu dilihatnya adiknya sedang menjilati Memek mamanya, terlihat
juga Kontol adiknya yang besar bergoyang², Ada sensasi dan perasaan aneh
yang menjalar pada diri Rina .
Memeknya di balik celana dalam terasa berdenyut² dan panas, tanpa
sadar tangannya mulai meremas² teteknya sendiri, memainkan putingnya,
lalu tangannya bergerak ke bagian bawah baju tidur mininya, mulai
mengelus² celana dalamnya, perlahan lalu makin kuat….kini tanganya pun
mulai memasuki celana dalamnya, terasa rambut kemaluannya yang lebat,
lalu tangannya pun mulai mengusap² ngusap Memeknya,
Semakin lama semakin cepat, sementara ia berusaha menahan suaranya
agar tidak terdengar. Lalu ia pun mulai menurunkan celana dalamnya, kini
ia segera berlutut, kedua Kakinya agak ia lebarkan, jemari tangannya
segera mencari itilnya, lalu mulai menggosok² itil memek tersebut.
Walaupun pemandangan yang dilihatnya mengagetkan dirinya, namun ia
tidak bisa menahan perasaan aneh panas yang menjalar dan menggelitik
birahinya. Jarinya terus memainkan itilnya sementara matanyapun terus
menatap dengan lekat adegan adiknya yang sedang menggarap mamanya.
Mama Sasha terus menggelaitkan badannya, mulutnya mendesah²
keenakkan, sementara pinggul dan pantatnya bergerak semakin liar…Jhoni
semakin ganas saja memainkan itil mamanya, jarinya juga ikut menusuk²
lubang Memek mamanya, semakin lama² cepat, Kontol nya sudah mengeras
menikmati rintihan dan desahan kenikmatan mama.
Lidahnya bergerak amat cepat menyapu dan membelai itil mamanya,
desahan dan erangan mama mulaitidak beraturan dan keras, pertanda mama
sudah tiba pada pertahanan terakhirnya, benar saja, tak lama kemudian
dengan tubuh mengejang dan pantat yang sedikit terangkat, terasa Memek
mama menyemburkan cairan hangat orgasmenya.
Wah…libur 3 hari membuat permainan lidah kamu jadi ganas yang..
Baru saja mama selesai mengucapkan kalimatnya, Jhoni segera menarik
Kaki mamanya, diangkatnya kedua Kaki mamanya, sementara ia berlutut di
depan Memek mamanya. Tampak olehnya Memek mamanya yang memerah karena
permainan lidah dan jarinya, segera ia menurunkan pantatnya sedikit,
lalu memajukan Kontol nya ke depan
Karena Memek tersebut sudah basah, mudah saja Kontol nya menerobos
lubang Memek mamanya, terasa hangat dan nikmat. Dimaju mundurkan Kontol
nya dengan seirama, kedua Kaki mamanya menggantung di bahunya, sementara
dari pantat ke kepala tetap dalam posisi membaring, mama mengangkat
kedua tangannya dan mengapitkannya di belakang kepalanya sendiri.
Terlihat bulu ketek mamanya yang lebat dan mulai basah oleh keringat,
makin bernafsu saja Jhoni jadinya, pompaan Kontol nya semakin cepat dan
ditancakan sedalam mungkin, tetek mama bergoyang dengan
cepat..plok…plok…plok…bunyi Kontol yang sedang memompa Memek mamapun
terdengar jelas .
Mamapun mendesah dengan nikmat. Jhoni pun mulai mengubah tekhniknya,
sengaja ia memompa dengan pelan beberapa kali dulu, lalu mulai menarik
Kontol nya perlahan sampai batas ujung kepala Kontol, lalu
blesss…membenamkannya lagi, terus berulang².
Setiap kali akan menerobos masuk dilakukan dengan cepat dan bertenaga
sehingga langsung menancap sedalam mungkin, terasa sampai ujung liang
Memek mamanya. Mama pun makin bergeliat keenakan, merasa nikmat sekali
setiap kali kepala Kontol Jhoni kembali menghujam lubang Memeknya dengan
kuat, sementara menghujam, Kontol tersebut membelai lembut itilnya,
nikmat tiada tara.
Jhoni sendiri merasakan rasa geli yang enak sekali pada kepala Kontol
nya setiap menerobos masuk kembali ke lubang Memek mamanya. Tak butuh
waktu lama, mama kembali mengejang dan mengalami orgasme. Jhoni pun
berhenti sebentar.
Lagi dong say…kok berhenti capek yah ?
Enggak..ganti posisi ya ma, aku duduk, mama di pangku, aku mau mainin tetek sama ketek mama.
Boleh…
Jhoni pun segera menyandarkan badannya ke kepala ranjang, Kakinya
lurus di atas ranjang, mama segera duduk di atas Kontol Jhoni, posisi
tubuhnya membelakangi Jhoni, tangannya dinaikkan ke atas mengapit kepala
Jhoni .
Perlahan mama meregangkan Kakinya, Memeknya sudah merah karena
hujaman Kontol Jhoni, lubangnya sudah membuka, perlahan diturunkan
pantatnya, lalu Jlebbbbbb….Kontol Jhoni pun menerobos denga leluasa ke
lubang kemikmatan mama tersebut, dari belakang tangan Jhoni segera
meremas² kedua Toket mama nya, diremasnya dengan kuat dan gemas
Dimainkan dan di pilin² puting tetek mama yang sudah membesar,
sementara lidahnya mulai menjilati ketek mamanya. Mama sendiri mulai
menaik turunkan pinggulnya, memulai memompa Kontol anaknya, terlihat
cairan sisa orgame mengalir turun membasahi batang Kontol anaknya.
Mata Rina terpaku melihat ke arah ranjang, kini terlihat posisi
mamanya yang menghadap ke arahnya, Jhoni yang sedang menjilati ketek
mamanya dan meremas² tetek besar mama. Juga terlihat Kontol adiknya yang
besar sedang bergerak naik turun memompa lubang Memek mama yang sudah
merah karena dipompa oleh Kontol besar tersebut dalam waktu lama.
Diperhatikan wajah mamanya, Rina belum pernah melihat ekspresi mama
seperti itu, wajah mamanya terlihat penuh kebahagiaan. Kembali Rina
melihat ke arah Kontol adiknya yang sedang menghujami Memek mama. Jemari
Rina semakin cepat memainkan itilnya pada Memeknya yang sudah sangat
basah menyaksikan adegan seks antara Jhoni dan mama.
Rina merasakan kenikmatan menjalar di sekujur tubuhnya akibat rasa
enak yang dia dapati saat memainkan itilnya. Itilnya sendiri memang agak
besar, lebih besar dari mamanya dan menonjol keluar. Semakin cepat dan
tanpa henti ia memainkannya.
Gairahnya juga sedang terbakar. Saat ini ia tidak dapat berpikir
mengenai mengapa adik dan mamanya bisa melakukan persetubuhan yang
harusnya tidak boleh terjadi, namun itu bisa menyusul, saat ini ia
sedang sibuk memuaskan dirinya akibat menyaksikan adegan panas yang
terjadi.
Jhoni masih memainkan ketek dan tetek mamanya. Kontol nya kini
mengeras sekeras²nya, aroma ketek mama menimbulkan rangsangan tersendiri
yang tidak bisa dilukiskan. Kini iapun mulai ikut menaik turunkan
pantatnya, mengimbangi goyangan mamanya, semakin lama semakin cepat dan
seirama seiring deru nafas kenikmatan yang terjadi, kini ia menjilati
leher mamanya, mama menggelinjang kegelian, lalu ia mencari bibir
mamanya, mama balas menciumnya dengan tidak kalah panas
Lidah mereka bertautan dengan cepat, saling menarik, goyangan Kontol
dan Memek semakin cepat, tangan Jhoni semakin kuat meremas² dan
memainkan tetek mamanya yang besar, semaikn kuat ia merasakan denyutan
pada Kontol nya, mama sendiri semakin menggelinjangkan tubuhnya,
berbarengan dengan Jhoni menyemprotkan spermanya, mamapun memuntahkan
orgasmenya yang kesekian kali.
Di luar kamar Rina pun terkulai lemas, Memeknya sudah basah kuyup, ia
juga baru mengalami orgasme yang hebat, Memeknya masih berdenyut²
nikmat sehabis memainkan itilnya. Matanya tetap mengawasi yang terjadi
dalam kamar, nampaknya tidak ada tanda² adiknya akan keluar, dilihatnya
adiknya dan mamanya terdiam lemas, masih berciuman dengan mesra, nampak
sperma menetes keluar dari lubang Memek mamanya membasahi Kontol adiknya
yang masih menancap di dalamnya.
Dilihat wajah keduanya yang nampak bahagia dan puas. Rina membiarkan
dirinya berdiam diri sebentar, beristirahat, otaknya mulai bisa berpikir
jRina h kembali, kalaupun ia tetap di sini juga, adegan berikutnya yang
akan terjadi juga sama saja, tetap saja adegan adik dan mamanya yang
bersetubuh dengan panasnya, jadi lebih baik aku kembali ke kamar.
Lalu ia mengambil celana dalamnya, menyeka cairan yang tersisa di
lantai dengan celana dalamnya, lalu berdiri dan melangkah ke kamarnya
perlahan dan tanpa suara.
Di dalam kamar mama, Jhoni dan mama masih tetap dalam posisi seperti
tadi. Lemas dan puas. Berdiam diri memulihkan tenaga yang terkuras
sehabis memuaskan dahaga yang sempat tertahan 3 hari ini. Kemudian
terdengar suara mama memulai percakapan.
Mama puas dan nikmat sekali sayang.
Jhoni juga ma, rasanya terobati deh puasa 3 hari ini.
Ya…nggak apalah Jhon, kan ada Mbakmu, kita juga harus hati – hati.
Toh kalau Rina sedang tidak pulang kita bisa melakukan kapan saja kita
mau.
Iya ma,Cuma kadang – kadang Jhoni suka nggak kuat.
Maklumlah kamu masih muda, masih penuh semangat dan mudah terangsang.
Mama juga kan.
Ah…nakal kamu.
Lalu mama segera mencabut Kontol ku dari Memeknya, menjilat sisa
sperma yang masih ada di Kontol ku, aku melao keringat di tubuhku dan
mama dengan handuk yang tersedia. Setelah itu kami berbaring dan
berpelukan, saling berciuman dengan mesra.
Malam itu Jhoni kembali menggarap Memek mamanya sebanyak 2 kali lagi,
sebelum kembali ke kamarnya. Sebelum masuk e dalam kamarnya, dilihatnya
kamar Mba Rina, tetap tenang tak ada suara, masih tidur pikirnya, lalu
Jhoni pun masuk ke kamarnya dan tidur.
Senyum puas tersungging di wajahnya. Karena kelelahan dan terlalu
panas semalaman memuaskan birahi bersama mama, Jhoni kecapekan dan bolos
sekolah besoknya.
Rina di kamarnya berbaring, tapi matanya tidak terpejam, masih
terbayang jelas adegan yang dia saksikan tadi. Setelah tiba di kamar
barulah ia bisa memikirkan secara jelas hal tadi. Apa yang disaksikannya
tadi amat mengejutkan juga membuat dirinya marah,
Bagaimana bisa mama dan Jhoni ….itu jelas terlarang, lain halnya
kalau Jhoni dengan Cewek lain, mama dengan pria lain, tapi ini…mereka
ibu dan anak. Jhoni juga lelaki, badannya bagus, wajahnya ganteng,
usianya juga sedang kritis²nya sama yang namanya seks, kalaupun ia sudah
mengenal dan melakukannya, aku bisa paham.
Aku sendiri juga sudah sering melakukannya dengan pacarku. Tapi
mengapa harus dengan mama, mengapa Jhon ? Dan mama kenapa kau harus
melakukannya dengan Jhoni, anakmu ? Apa yang sudah terjadi selama
ini..???
Kalau dilihat dari panasnya adegan tadi, wajah mereka yang bahagia
juga mesranya mereka, nampaknya hal ini sudah berlangsung lama, pasti
ini juga karena aku yang tidak ada di rumah ini. Kesempatan mereka amat
besar.
Lalu kenapa aku tadi bisa terangsang…?? Ah persetan dengan itu, wajar
saja kan, kalaupun itu bukan mama dan Jhoni tapi bila melakukan
persetubuhan sepanas tadi, pastilah aku yang melihatnya akan terangang,
akukan Cewek normal.
Tapi bukan itu yang harus aku pusingkan. Besok saat mama kerja, aku
akan minta keterangan semuanya dari si Jhoni, hal ini nggak bisa
dibiarkan berlanjut. Jhoni, Jhoni adik kecilku ini ternyata sudah
menjadi lelaki yang jantan yang mengerti bagaimana memperlakukan dan
memuaskan Cewek……..egh…Kontol nya juga besar dan panjang…gimana rasanya
bila Kontol nya menyodok Memekku…Arghhh…kenapa jadi mikirin Kontol
adikku, mana bisa begitu, dia kan adikku, masa aku bisa memikirkan
kemaluan adikku di saat seperti ini. Sudah mendingan aku tidur dulu,
percuma aku pusingkan sekarang, toh besok semuanya akan terjawab……
Pagi itu aku bangun terlambat, mama sudah berangkat kerja. Mama tidak
terlalu ketat untuk urusan sekolah, dari dulu kalau aku bolospun mama
tidak marah dan melarang, karena tahu nilai raportku selalu baik, jadi
mama tidak terlalu khawatir. Masih terasa capek badanku akibat
menggempur mama habis- habisan semalam.
Heran, mama masih kuat saja untuk pergi kerja pagi ini, padahal kan
mama yang punya Perusahaan, bisa santai dikit gitu….ups tapi nggak juga
deh, kan mama bertanggung jawab akan kelangsungan Perusahaan dan juga
karyaJhonnya. Salut banget aku sama mama.
Aku bermalas²an sebentar, tidak berapa lama aku bangun. Cuci muka dulu, lalu segera menuju meja makan, sarapan, lapar sih.
Kulihat Mba Rina sudah di sana, sudah mandi dan rapi, sedang membaca
koran, kayaknya sudah kelar sarapan, tinggal tersisa kopi instantnya
yang belum habis. Kudiamkan saja, aku langsung mengambil roti dan
membuka kulkas menuang susu, lalu duduk memulai sarapanku.
Tidak berapa lama, aku selesai dan bengong, nggak ada kegiatan yang
mendesak, jadi santai saja. Tak berapa lama Mba Rina menutup koran dan
menaruhnya di meja, lalu memandangku sekilas dan memulai percakapan.
Nggak sekolah lagi Jhon.. Mba Rina menanyakan dengan nada suara yang amat manis.
Enggak..malas.
Malas apa capek Jhon ?
Capek kenapa Mba ? jawabku tertawa, mengira Mba Rina sedang meledekku seperti biasa.
Capek ya capeklah Jhon ?
Ah Jhoni nggak ngerti maksud Mba Rina .
Biar aku perjelas ya Jhon, maksudku kamu capek pasti kamu paham. Semalam ngapain kamu di kamar mama ?
Suara Mba Rina tiba² berubah tegas dan dingin. Deg…jantungku seakan
berhenti berdetak. Apa maksudnya, mungkinkah Mba Rina tahu dan menyadari
apa yang terjadi, namun aku masih mencoba menjawab dengan santai dan
ringan.
Kan semalam aku tidur di kamarku, terus pas malam aku bangun kencing,
mungkin karena kondisi mengantuk aku jadi masuk ke kamar mama. Kenapa
sih, kan Mbak tahu aku juga biasa tidur di kamar mama. Jawabku setenang
dan semeyakinkan mungkin.
Oh tidur. Benar hanya tidur Jhon..?
Lha iyalah…Mba.
Gini ya Jhon kukasih tahu, semalam aku susah tidur, jadi aku
bermaksud mengambil buku di kamar mama untuk kubaca sampai ngantuk. Tapi
saat aku ke sana aku lihat pintu kamar mama tidak tertutup rapat,
karena nggak mau mengganggu, maka aku dorong pelan².
Iya sih kamu sama mama lagi tidur. Tapi lucunya dua²nya bugil, dan
gaya tidur kalian aneh sekali, masa sampai bergumul dengan hebatnya,
sampai perlu kamu memasukkan Kontol kamu ke Memek mama, itu namanya
NgentOt Jhon, bukan tidur. Dan dari yang kulihat nampaknya kalian amat
menikmatinya.
dingin, tenang, sinis dan penuh hujaman sekali kata² Mba Rina . Duar..jantungku seperti ditembak pistol mendengarnya.
Aku terdiam membisu. Wah…ribet nih, baru kali ini kudengar Mba Rina
mengucapkan kata – kata kotor, gimana nih ? Tak urung aku berpikir juga
kalau sekarang Mbakku amat pintar mengelola kata – katanya, ringan tapi
kejam dan menghujam ke sasaran, hebat juga Mbak, baru kuliah psikologi
sebentar, gayanya sudah pro banget…Hei, hei stop bukan saatnya kagum,
ada hal serius nih,
Mba Rina tahu dan melihat apa yang terjadi semalam antara aku dan
mama. Dan jelas sekali dia tidak suka dan tidak mau mentoleransi hal
tersebut. Kayaknya sudah tidak bisa mengelak lagi, aku harus terus
terang dan menjelaskan semuanya supaya Mba Rina paham.
Ya sudah, Mbak sudah paham kan dengan apa yang Mbak lihat semalam ?
Paham apanya, gampang amat kamu ngejawab hal itu Jhon.
Ya memang segampang itu Mba, sederhana saja, aku dan mama memang melakukan hubungan seks !
Kamu nggak punya otak ya Jhon, dia mama kamu, mana bisa kamu melakukan hal seperti itu ?
Bisa saja dan sudah terbukti kan, Mbak melihatnya sendiri kan …
Diam kamu, aku nggak peduli kalau kamu melakukannya dengan Cewek
manapun yang kamu suka. Tapi kenapa kamu harus melakukannya dengan mama ?
karena kami melakukannya suka sama suka dan saling membutuhkan.
Ah, kamu asal saja bicara, paling juga karena kamu yang masih muda
Cuma mau memuaskan nafsu bejat kamu, dan juga mama yang kegatelan…,
kalian berdua sama gilanya Aku jadi emosi mendengar kata Mba Rina
barusan, segera saja aku berdiri.
Jaga mulutmu Mba, jangan sekali – kali kamu menghina mama, kamu nggak
ngerti semuanya. Dalam satu hal kamu benar, aku nggak mau munafik, aku
memang melakukan hal ini juga untuk kepuasanku. Namun Mbak harus paham,
mama itu juga Cewek yang usianya masih membutuhkan seks.
Apa Mbak tahu mama itu sakit dan kecewa karena perceraian dengan
papa. Begitu sakit dan kecewanya, sehingga takut untuk menjalin hubungan
dengan lelaki lain. Hanya mencurahkan hidupnya setelah perceraian untuk
mencari nafkah dan mengurus kita, tidak peduli dengan kebutuhannya
sendiri.
Tapi Jhon…
Diam dulu Mba, aku belum selesai bicara. Mba Rina nggak tahu kan,
mama juga butuh seks dalam hidupnya, apalagi sebagai Cewek di usianya
sekarang, beda halnya kalau mama sudah tua atau renta, mama masih muda,
cantik, apa Mbak tidak bisa memahami kalau mama memendam semua hasratnya
ke dalam hatinya yang terdalam.
Lalu aku bisa mengetahui hal itu, Jujur memang aku tergoda dan amat
terobsesi dengan mama, terserah apa penilaian Mbak. Akhirnya mama mulai
bisa memuaskan kembali hasratnya, dan mama merasa aman dan tidak takut
akan sakit hati dan kecewa karena dia percaya ama aku.
Kami saling menyayangi dan merasa tidak ada yang salah dengan hal
ini. Jadi kuharap Mbak mau mengerti, dan satu hal yang pasti, cukup
denganku Mbak mempermasalahkan hal ini, jangan pernah Mbak mengusik mama
sekalipun, aku akan marah sekali kalau Mbak melakukannya.
Aku meluapkan semua emosiku. Mba Rina langsung berdiri, diambilnya koran dan dilempar ke arahku sambil berteriak
Kamu hanya mencari pembenaran saja atas perbuatan kalian. Segala
macam alasan yang kamu katakan adalah omong kosong, dasar, kalian Cuma
mencari kepuasan saja, menggelikan sekali. Kamu dan mama sama gilanya.
Dengan kesal kutarik dan kupegang lengan Mba Rina dengan cepat dan
keras, kudekatkan muMbau ke mukanya
Jadi apa masalahnya. Terserah Mbak mau bilang apa, sudah pasti di
manapun akan menilai hal ini salah, tabu, tapi persetan. Kalau aku
melakukannya dengan mama, itu urusan kami, siapa yang rugi hah ? Siapa
yang kami sakiti hah ? Kami punya alasan yang bisa kami terima satu sama
lain.
Bukan hanya untuk kepuasanku, tapi aku juga merasa senang, karena
mama juga bisa kembali bahagia dan bisa memenuhi kebutuhan seksnya tanpa
perlu rasa takut dan kecewa.
Mba Rina segera menepis tanganku, dan langsung bergegas melangkah
keluar, wajahnya penuh kemarahan. Aku tidak berusaha mencegahnya. Tak
lama terdengar suara mesin mobil dinyalakan dari garasi dan meninggalkan
rumah, biar sajalah, paling dia menumpahkan kemarahannya sambil jalan
ke luar. Daripada dia tetap di sini, yang ada kami akan terus berteriak
dan berdebat.
Kini aku duduk sendiri, kepalaku pusing memikirkan pertengkaran kami
barusan. Apa yang harus kulakukan, apa mama harus kuberitahu bahwa Mba
Rina sudah tahu hubungan kami. Ah, jangan, biar saja, tak perlu menambah
beban pikiran mama.
Terserah sajalah, aku yakin Mbakku tidak akan menanyakan hal ini ke
mama, karena pada dasarnya Mbakku juga menyayangi dan mau mama bahagia,
terlebih setelah perceraian. Mungkin saat ini Mba Rina belum bisa
memahami alasan yang melandasi hubungan kami, mungkin Mba Rina hanya
melihat dari segi seks dan birahinya saja
Memang hakikatnya hubungan seks yang kami lakukan untuk mendapatkan
kenikmatan dan kepuasan, tapi itu harus diletakkan pada sisi terpisa,
ah…sudahlah, nanti pasti dia kan mengerti. Aku paham Mbakku. Lalu aku
mandi dan kemudian menghabiskan waktu siang itu dengan membaca – baca
buku sekolahku, iyalah biar aku tambah pintar.
Sorenya mama pulang, menanyakan ke mana Mbakku, kubilang saja, tadi
keluar mungkin ke rumah temannya. Mungkin karena aku lagi pusing
memikirkan masalah tadi, aku tidak memanfaatkan ketiadaan Mba Rina untuk
menggarap mamaku. Mama masuk ke kamarnya, mungkin istirahat dan mau
mandi.
Sekitar jam 7 Mba Rina pulang, wajahnya tampak biasa saja didepan
mama, mengecup pipi mama dan mengucapkan salam, dan bicara seperti biasa
dan tidak apa – apa. Lalu masuk kamarnta, ganti baju terus mandi. Nggak
lama mama selesai memasak dan kami segera makan, namun Mba Rina tampak
dingin saja kepadaku.
Kayaknya mama menangkap gelagat ini, dan menanyakan kepada kami
apakah kami sedang bertengkar, namun aku dan Mbak hanya berguamam
singkat bahwa kami oke – oke saja. Mamapun diam dan tidak bertanya lagi,
biasalah namanya juga anak – anak, ada kalanya suka bertengkar dan diam
– diaman, nanti juga baik lagi.
Malamnya aku juga tidak menggarap mamaku, aku sedang kehilangan mood,
jadi tidur saja. Paginya mama berangkat kerja dan aku juga segera
memacu ninjaku ke sekolah….suasana antara aku dan Mba Rina masih dingin,
tapi tak apalah yang penting Mba Rina tidak menanyakan hal ini ke mama.
Rina kini sendirian di rumah. Duduk termenung di sofa, saat sendiri
ini dia coba memikirkan dan mengolah semua hal yang terjadi antara mama
dan adiknya. Mungkin saat sendiri dan tenang begini dia bisa
memikirkannya dengan baik.
Dia masih belum bisa menerima hal ini. Saling membahagiakan
apanya…kebutuhan mama apaan, mereka bergumul dengan panasnya begitu kok,
semua Cuma alasan, paling cuma memuaskan diri masing²…huh dasar, lama
dia memikirkan dengan kesal saat membayangkan bagaimana wajah mama dan
adiknya yang penuh kepuasan dan birahi saat malam itu, terasa agak sesak
di dadanya. Tapi kemudian dia kembali memikirkan kata adiknya, dia coba
kesampingkan urusan seksnya.
Memang benar setelah bercerai mama tidak pernah terlihat satu kalipun
berjalan atau menjalin hubungan dengan pria manapun, semuanya
dicurahkan untuk membesarkan aku dan Jhoni, untuk bekerja juga.
Kalau untuk kecantikan dan menarik, Rina pun mengakui dan juga
mengagumi mamanya, mustahillah kalau ada pria yang tidak tertarik dan
mencoba mendekati mamanya saat itu. Tapi nampaknya mamanya memang
menolak dan tidak pernah berusaha menjalin suatu hubunganpun.
Kesampingkanlah faktor ekonomi, mama sangat mapan dan sukses, jadi
mustahil mamanya menanti pria yang kaya, enggaklah enggak ini nggak
masuk point yang harus kupikirkan. Dilihat dari umur mama masih belum
tua, masih menarik, dan juga memang sebagai Cewek normal yang matang
pasti masih mempunyai gairah seks yang tinggi, dari sini sudah jelas,
bukan masalah kecantikan atau mama merasa dirinya sudah tidak menarik.
Rina segera meluruskan duduknya, benar juga, si brengsek Jhoni
ternyata bisa memahami hal tersebut, duh kenapa juga aku ini nggak bisa
melihatnya, mungkin karena aku jarang di rumah ini. Lama Rina terdiam,
mencoba menyimpulkan dari sudut pandang lain.
Si Jhoni sih nggak bisa bohong, pasti dia melakukan ini karena memang
mama cantik dan seksi, terang saja dia bisa nafsu…eit tunggu dulu waktu
itu kan dia bilang memang dia tergoda dan terobsesi sama mama…Rina
kembali mencoba mengingat, lalu ia ingat sebuah artikel ilmiah yang
pernah dibacanya,
Bahwa anak laki memang memiliki kecenderungan yang tinggi untuk
mengagumi, mengidolakan dan juga berimajinasi akan ibunya. Pada satu
sisi mungkin akan menjadi obsesi. Juga kan memang terbukti dengan adanya
yang namanya sindrom Oedipus Compleks.
Apalagi Jhoni dan juga aku memang sayang sekali sama mama. Ditambah
usia Jhoni memang sedang memasuki usia remaja yangrasa ingn tahunya
tentang seks dan Cewek amat tinggi. Mama yang cantik dan seksi tersebut
pasti menjadi obsesinya. Apalagi memang lebih banyak hanya ada dia dan
mama di rumah ini. Menarik juga melihat ini dari sudut pandang ilmiah
pikir Rina .
Kemudian faktor mama, benar dari alasan yang kupikirkan tadi,
nampaknya mama memang tajut untuk menjalin hubungan dengan pria lain,
mungkin mama takut sakit hati dan kecewa, oh bodoh banget aku nggak
menyadari mama yang memendam luka hatinya.
Akhirnya semua faktor itu bertemu dan menjadi satu, Dari sisi Jhoni
memang terobsesi dengan mama dan Jhoni yang juga sedang dalam kondisi
seks remajanya yang lagi tinggi-tingginya, dari sisi mama yang masih
mempunyai rasa takut dan kecewa tapi juga masih memendam hasrat seks
yang tinggi pula, saling bertemu, dan mama merasa aman dan nyaman.
Kalau kuingat ekspresi mama yang bahagia saat kulihat malam itu yah
memang benar. Walau mungkin orang menilai salah, tapi sebaliknya bagi
mereka berdua hal itu tidak menjadi masalah, karena keduanya saling
membutuhkan dan melengkapi, bagi mereka tidak ada pihak yang dirugikan,
seks memang untuk dinikmati dan mencapai kenikmatan
Walau alasan seks Jhoni dan alasan seks mama berbeda namun saat
berpadu akan klop, karena mama dan Jhoni saling membutuhkan, saling
melengkapi, juga melakukannya karena mereka berdua merasa bahagia dan
nyaman, makanya terasa menggelora dan indah bagi mereka berdua.
Rina pun tersenyum, nampaknya kini dia bisa berdamai dengan
pikirannya dan mulai bisa menerima kondisi yang ada secara logis. Kini
ia sudah membulatkan pikiran dan hatinya untuk menerima dan memahami
hubungan yang terjadi antara mama dan Jhoni .
Rina menyayangi keduanya, dan mau mereka bahagia. Hmmm dasar si Jhoni
ternyata dia nggak asal ngomong ya, salahku juga saat itu emosi,
mungkin terlalu kaget dan terlalu melihat hal ini dari sisi pandang umum
tanpa mencoba memahami alasan Jhoni dan mama.
Nanti aku perlu minta maaf sama si Jhoni . Sekarang sudah beres
masalah ini….lalu Rina tersenyum nakal, tapi sekarang saatnya aku
memikirkan bagian tubuh si Jhoni yang menarik itu, susah dilupakan sejak
aku melihatnya, gimana rasanya Memekku bila disodok perMbaasnya yang
besar itu.
Siangnya Jhoni pulang, didapati rumah sepi, namun mobil ada di
garasi, lalu ia melihat ke kamar Mbaknya, nampak Mbaknya sedang tidur
pulas, Wooowww…Mbaknya tidur memakai baju tidur santai yang tipis,
nampak Kutang dan CelanaDalem yang membayang jelas di baliknya. Sudah
biasa Jhoni melihat mama dan Mbaknya mengenakan baju tidur atau daster
tipis dan mini.
Dasar Mba Rina, asal banget sih. Lalu ia berjalan ke kamarnya, ganti
baju, dan ke kamar mandi bersih². Sesaat ia menuju ke meja makan,
dilihat ada spagheti di sana, dan selembar kertas bertuliskan Makan Yang
Banyak Yah..Adikku Sayang, Hmmm pasti Mba Rina, mungkin ia sudah nggak
marah tapi masih sungkan bicara. Mudah² ia sudah mengerti. Ia pun segera
melahapnya.
Kelar makan Jhoni pun menyalakan TV dan menonton acara musik. Dia
sengaja tidak mau membangunkan Mbaknya, mungkin Mbak capek. Sejam
kemudian terdengar suara Mbaknya memanggil dari kamar.
Jhoni pun segera mematikan TV dan masuk ke kamar Mbaknya, dilihatnya
Mba Rina sedang duduk di tempat tidur, lalu menyuruhku duduk di
sampingnya. Tonjolan tetek besar yang montok yang terbungkus Kutang nya
terpampang jelas di balik baju tidur tipis. Samar terlihat putingnya.
Jhon kamu sudah pulang ? Sini sebentar dong, Mba Rina mau ngomong penting sama kamu.
Iya Mba sudah pulang dari tadi, makasih ya sudah dimasakin, mau ngomong apa ?
Tentang masalah kemarin…, deg Jhoni agak menegang, siap mendengar Mbaknya.
Memang kenapa Mba ? Mau marah lagi ?
Duh kamu…dengar dulu dong Mbak bicara…
Iya…iya…silahkan Mbak bicara
Mbak sudah berpikir, memang awalnya Mbak kaget dan shock, mungkin karena
dalam keadaan marah dan emosi, Mbak tidak bisa menerima penjelasan
kamu, namun setelah agak tenang Mbak bisa memikirkan semuanya satu
persatu.
Alasan kamu bisa Mbak terima dan pahami. Mbak melihat hal ini juga
dari segi kebahagiaan mama, memang Mbak harus akui mama memang kini
nampak jauh berbahagia dan lebih ceria wajahnya. Jadi teruskanlah saja
hubungan itu…Mbak akan bersikap seakan tidak tahu saja di depan mama.
Maafkan Mbak kemarin emosi dan marah sama kamu.
Mba Rina lalu mendekat dan mencium pipiku, kemudian kembali duduk.
Aku yang dari tadi diam mendengarkan, terus terang rada terkejut dengan
cepatnya Mba Rina memahami hal ini, dan tidak bisa memikirkan banyak hal
lagi, segera menjawab..
Jhoni juga minta maaf kemarin marah juga ke Mbak. Mba, makasih yah
Mbak sudah memahami, sungguh Jhoni dan mama bahagia dengan hubungan yang
sedang kami lakukan ini. Kalau kagak ada lagi yang mau dibicarakan,
Jhoni mau nonton TV lagi yah.
Hei..siapa bilang sudah selesai, Mbak bilang Mbak setuju dan
memahami, tapi Mbak belum kelar menyampaikan semuanya. Mba Rina mulai
lagi kembali ke gaya bawel bin ceriwisnya.
Lho masih ada lagi, apaan sih ?
Seperti kata Mbak, untuk permasalahan sudah beres, dipahami dan
dimengerti oleh Mbak, tapi ada bagian tubuhku yang belum beres….itu jadi
syarat mutlak dariku biar semua beres
Nggak ngerti aku, sudah ngomong yang jelas saja deh…sok misterius amat sih Mbak..!
Oke…Mbak kasih tahu ya, Memek Mbak belum beres nih….jadi kamu juga
harus bikin Mbak dan Memeknya bahagia dan puas seperti yang kamu lakukan
ke mama…ayo entotin aku !
Apa…!!!!!! kaget benar aku mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Mbakku
Nggak…nggak…No Way Mba. Lagian kenapa harus begitu syaratnya ?
Hei dasar bandit cilik, apa kamu pikir Mbak kagak kepikiran melihat
Kontol kamu yang besar dan panjang itu. Biar gimanapun aku Cewek, pasti
terangsang melihat panasnya pergumulan kalian semalam. Kalau mama saja
sampai merasa nikmat begitu, Mbak juga mau dong…!!!
Tapi itu kan lain…lagian mana mungkin..aku…aku .?? suaraku terbata – bata.
Sama mama saja kamu bisa, kenapa denganku tidak Jhon…??
Eng…eng…anu…aa…ya pokoknya nggak bisa Mba. Mama lain sama Mbak..
Lain apanya, mama punya tetek besar juga punya Memek yang bisa dimasuki, aku juga sama kan..
Apa Mbak kurang menarik buat kamu dibanding mama,Jhon…???
Mba Rina lalu berdiri dan melepas baju tidurnya secara perlahan
dengan gerakan sangat erotis. Kini berdiri dengan posisi sangat
mengundang, hanya mengenakan Kutang dan Celana Dalem yang ketat saja.
Teteknya yang juga besar serasa sesak dalam Kutang berendanya, Nampak
samar puting susunya, lalu kulihat Celana Dalem nya, nampak tebal
sekali, dari sela – sela terlihat beberapa helai rambut kemaluan
menyembul keluar dari pinggiran Celana Dalem nya.
Glek…aku meneguk ludahku, Kontol ku spontan mengeras. Wah bablas
deh….kalau ceritanya sudah kayak gini, apa boleh buat. Aku kan lelaki
normal, di depanku berdiri seorang Cewek cantik dengan tubuh montok dan
menggiurkan,
Walau sulit namun aku sudah mencoba semaksimal mungkin menolaknya,
tapi dia terus menantang dan meminta untuk di Entot, nggak lucu banget
kalau aku mundur. Well, Que Sera – Sera, yang harus terjadi
terjadilah….nggak bisa mundur lagi…nggak bisa nolak lagi
Bersambung…