Cerita Dewasa Sex, Ngentot Dengan Kakak Dan Mama Tersayang | Berlanjut kecerita sebelumnya dimana Mba Rina melapas baju tidurnya
dengan gaya erotisnya, dia berdiri seakan akan mengundang untuk
dirabanya dia hanya menggunakan BH dan celana dalam, terlihat teteknya
yang besar dan bundar kencang dan terlihat rambut di sela sela celana
dalamnya.
Cerita Dewasa Sex, Ngentot Dengan Kakak Dan Mama Tersayang

Cerita Sex Bercinta dengan Kakak dan Mama 2st
Glek…aku meneguk ludahku, Kontol ku spontan mengeras. Wah bablas
deh….kalau ceritanya sudah kayak gini, apa boleh buat. Aku kan lelaki
normal, di depanku berdiri seorang Cewek cantik dengan tubuh montok dan
menggiurkan, walau sulit namun aku sudah mencoba semaksimal mungkin
menolaknya, tapi dia terus menantang dan meminta untuk di Entot, nggak
lucu banget kalau aku mundur. Well, Que Sera – Sera, yang harus terjadi
terjadilah….nggak bisa mundur lagi…nggak bisa nolak lagi.
Segera saja aku kutarik Mba Rina ke arahku, kududukkan ke pangkuanku,
mula² aku mencium ringan bibirnya, tanganku dengan lincah meremas²
teteknya yang masih dibalut Kutang, rasanya agak lebih keras dari tetek
mama, namun sama² enak diremas kok. Sesekali tanganku menyusup ke balik
KUTANGnya, memilin² puting susunya yang besar dan tegang.
Tanganku yang satu lagi mulai menari² mengelus permukaan Celana dalem
nya, terasa penuh dan tebal. Kuusap² wilayah pangkal pahanya, ketika
tanganku masuk ke dalam celana dalam nya terasa rambut kemaluan yang
lebat pula…wah sesuai seleraku, dan ketika jariku menyentuh Memeknya
Kurasakan tonjolan yang agak besar…ho..ho itil Mba Rina rupanya
berukuran agak besar dan terletak agak keluar, segera saja kumainkan
itil tersebut dengan jariku, ciuman Mba Rina pun mulai memanas.
Tangan Mba Rina pun tak tinggal diam mengurut² Kontol ku yang masih
ada di balik celana, cukup lama kami berposisi seperti ini, Memek Mba
Rina sudah terasa basah. Lalu kusuruh Mba Rina berdiri menghadapku,
kulepaskan Kutangnya, nampak indah sekali tetek besarnya menggelantung,
Di tengahnya terdapat puting susu yang besar dan keras berwarna
kemerahan dikelilingi lingkaran kecoklatan yang rada luas di
sekelilingnya.
Aku terpaku terpesona, lalu tanganku membuka Celana Dalam nya,
alamak…lebatnya jembut kemaluan Mba Rina, namun yang mempesona adalah
beda dengan rambut kemaluan mama yang berwarna hitam pekat, rambut
kemaluan Mba Rina berwarna hitam agak kecoklatan kontras dengan belahan
Memeknya yang berwarna merah jambu, kulihat itilnya memang agak besar
dan menonjol keluar, bakalan enak untuk dimainin sama kidahku. Aku diam
beberapa saat mengagumi keindahan tubuh Mba Rina .
Kurasakan Kontol ku sudah keras sekali, sesak banget di balik celana,
meronta minta dibebaskan, segera saja kubuka kaosku dan celanaku,
Swiiinggg…Kontol kupun mengacung dengan perkasa dan anggun, klihat mata
Mba Rina terbelalak melihatnya dan menelan ludahnya, segera saja kutarik
tangannya dan kubaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sebelum memulainya
aku menanyakannya sebentar.
Mba Rina …ummm maaf ya, tapi Mbak sudah pernah begituan sebelumnya ? Tanyaku canggung.
Aduh Jhon…Jhon, kalau aku belum pernah, mana berani aku nantangin
kamu dan Kontol mu itu. Ada² saja kamu, oh iya kamu nanti nggak usah
takut, keluarin saja di dalam, aku minum pil KB secara rutin kok.
Tidak terlalu kaget sebenarnya aku, mengetahui Mba Rina sudah tidak
Perawan lagi, dengan siapa yah dia melakukannya….Hoi..hoi stop dong
mikirnya, situasi enak begini kok masih mikir terus…ayo balik lagi ke
rejeki yang sudah pasrah di depanmu.
Aku segera memulai permainan ini, Mba Rina terlntang dengan
pasrahnya, kali ini aku mulai dari wilayah Memeknya, karena aku
penasaran banget sama itil Mba Rina yang menojol besar itu. Mula – mula
kuciumi perutnya, lalu menjilati rambut kemaluannya yang berwarna agak
kecoklatan, tak lama aku arahkan mulut dan lidahku ke bawah sedikit
Terdiam sebentar menatap keindahan Memek Mba Rina yang tebal dan
kemerahan, kusapukan lidahku dengan rakus pada permukaan Memeknya,
kusodok² lubang Memeknya dengan ujung lidahku, puas, aku mulai menuju
itilnya yang membuatku penasaran, kali ini kumainkan dulu dengan
menjepit dan mengelus²nya dengan jari telunjuk dan jempolku
Nampak badannya bergetar penuh kenikmatan, lidahku mulai beraksi,
kujilat ke kiri kanan, atas bawah, sekali² kugigit dengan lembut dan
penuh rasa gemas, kuemut² perlahan dengan mulutku, nampak sekali Mba
Rina merasa serrrr – serrrr an saat itilnya kumainkan, sengaja aku lama
bermain dengan itilnya, karena terus terang saja aku menyuka bentuknya
yang menonjol keluar dan besar itu, amat pas dan enak dimainkan oleh
lidahku.
Tidak berapa lama, Memek Mba Rina tampak basah sekali dan desahan
serta geliat badannya semakin liar, nampaknya orgsmenya sudah dekat,
kupercepat jilatan lidahku pada iilnya, dan dengan satu desahan nikmat
yang sangat erotis terdengar, Mba Rina merayakan orgasme perdananya dari
diriku. Terasa hangat dan agak asin di mulutku.
Akupun segera menaikkan badanku, kali ini aku lahap tetek besarnya
yang montok itu dengan buas, lidahku dengan professionalnya memainkan
puting susunya, tangan Mba Rina pun kini tidak mau tinggal diam, ia
mulai meraih Kontol ku,diremas – remas lebut sambil dikocok – kocok,
ugh…lembut sekali tangan Mba Rina . Makin ganas saja aku melumat
teteknya.
Jhon….sabar dikit dong, jangan nafsu gitu ah, aku kewalahan nih.
Habis tubuh Mbak amatlah berbahaya…bagi jiwa dan Kontol ku, terlalu nafsuin.
Huh…dasar, sempat – sempatnya merayu, sini dekatin Kontol kamu.
Tanpa pakai lama segera kudekatkan Kontol ku ke arah mulutnya, Mba
Rina diam sejenak, mengagumi sepenuh hati, lalu lidahnya mulai bergerak,
mula – mula hanya menjilati secara perlahan kepala Kontol ku, tangannya
mengelus dan meremas lembut biji Pelir ku. Lalu lidahnya makin bergerak
cepat menjilat batng Kontol ku, memainkan dan menggelitik titik – titik
sensitif di Kontol ku dengan lidahnya
Perlahan tapi pasti mulutnya mulai mengulum Kontol ku, dihisap dan
diemut – emutnya. Memang kalau aku bandingkan, untuk urusan Oral, mama
lebih hebat, Mba Rina masih kalah jam terbang, aku tidak mau bilang
tidak ahli, tapi kalah jam terbang, karena kalau jam terbangnya sudah
tinggi, pasti bisa seenak Oralnya mama.
Namun permainan lidah Mba Rina jauh lebih enak dari mama, lidahnya
bergerak terus tanpa henti, dan benar² benar mampu menggelitik Kontol ku
dengan nikmat. Aku hanya mampu mendesah dan meremas² rambutnya saja.
Lidahnya menyapu seluru Kontol ku dengan sangat agresif. Matanya
terus menatap mataku saat melakukan oral, membuat makin nafsu saja pada
diriku. Tidak berapa lama Mba Rina sudah nggak tahan untuk merasakan
Memeknya dimasuki sama Kontol ku. Dia segera memposisikan pinggulnya di
atas Kontol ku wajahnya menghadap ke arahku yang sedang berbaring.
Perlahan² diturunkan pinggulnya, lubang Memeknya dia lebarkan dengan
menariknya sedikit dengan jari²nya, kepala Kontol kupun mulai memasuki
lubangnya, agak sulit sedikit, karena lubangnya masih agak sempit,
setelah berusaha dengan telaten, Kontol ku mulai masuk, pelan tapi
pasti, kulihat badannya agak bergetar saat akhirnya Kontol ku benar²
sudah masuk seluruhnya ke dalam lubang Memeknya.
Tidak langsung ia goyangkan, ia diamkan dulu, sepertinya ingin
membiasakan diri dahulu, lalu perlahan Kakinya yang dalam posisi jongkok
mulai ia lebarkan dan Mba Rina mulai menaik turunkan pinggulnya,
memompa Kontol ku dengan irama yang konstan.
Lubang Memeknya masih terasa agak sempit, mungkin karena belum
terlalu sering digunakan dan jga belum pernah melahirkan. Aku yang
terbaringpun benar – benar menikmati pemandangan saat Memeknya memompa
Kontol ku dengan jelas.
Teteknya bergoyang²dengan sangat merangsang, aku naikkan sedikit
kepalaku, dan Mba Rina pun paham, dia condongkan badannya ke arahku,
segera saja aku lumat tetek dan putingnya dengan mulutku, Goyangan Mba
Rina makin cepat. Satu hal yang pasti Memek Mba Rina memang terasa lebih
dan mudah becek daripada Memek mama, namun itu justru makin menambah
kenikmatan Kontol ku, yang bisa bergerak dengan leluasa dan bebas dalam
lubangnya yang agak sempit.
Mungkin semua itu karena pengaruh itilnya yang menonjol keluar, jadi
setiap kali Kontol bergerak keluar masuk, otomatis itil itu akan ikut
tergesek dan terelus oleh batang dan kepala Kontol, tentu saja rasa geli
– geli enak akan lebih sering dinikmati Mba Rina, yang akhirnya membuat
Memeknya jadi cepat basah karena frewkensi kenikmatan yang besar yang
diterima itilnya ( Sok tahu dikitlah si Jhoni ).
Aku benar – benar senang dengan keputusan Mba Rina mengajakku
bersetubuh dengannya. Lumayan lama Mbaa Rina bergoyang di atas Kontol
ku, akhirnya aku memutuskan untuk gantian, kini aku yang pegang kendali.
Mba, sudahan dong, ganti posisi.
Yah Jhon lagi enak nih, itil Mbak lagi nikmat.
Nggak ah…ganti gaya deh, jangan takut itil Mbak akan merasa kenikmatan yang sama.
Yah sudah kalau beg…begitu.
Mba Rina pun segera menghentikan goyangannya dan mencabut Kontol ku
dari lubang Memeknya. Aku segera bangkit, membelakangi Mba Rina, kusuruh
Mbak nungging, namun tanganya kusuruh memegang kepala ranjang. Belahan
Memeknya terlihat merah mengundang, langsung saja kusodok Memeknya dari
belakang.
Kupompa Kontol ku dengan semangat tinggi, sesekali Mba Rina ikut
menggoyangkan pantatnya mengimbangi sodokanku, tanganku meremas tetek
besarnya yang menggantung, sesekali kuremas dengan gemas pantatnya.
Kusodok Mba Rina dengan kuat sehingga saat Kontol ku amblas sampai
dalam, perutku menempel di belahan pantatnya.
Oh.Yeaahh…Ooooh….Jangan berhenti Jhon…
Ughhhhh……Enaaaakk.
Memek Mbak benar – benar kammmuuu hajar niihhhh.
Nikmati saja Mba.
Posisi nungging Mba Rina benar² membuat Kontol ku keenakan, rasanya
amat lancar memompa lubang Memeknya, Tangankupun mulai nakal, memainkan
lubang pantat Mba Rina, kutusuk – tusukan jariku ke lubang pantatnya,
dan Mba Rina makin kencang saja mendesah. Desahan Mba Rina itu benar –
benar seksi dan amat merangsang nafsuku.
Mba Rina benar² pasrah kedua lobangnya dimainkan oleh aku. Nafas Mba
Rina makin memburu, dan kulihat tubuhnya mulai agak mengejang, benar
saja tak lama berselang Mbakku mengalami orgasme lagi. Aku segera
mencabut Kontol ku, segera Mba Rina kutarik perlahan dan kusuruh
berbaring, sekarang aku hajar Memeknya dengan posisi biasa, aku di atas.
Terasa Kontol ku membelai itilnya setiap kali bergerak, aku makin
bernafsu, kali ini aku pompa Kontol ku secepatnya, tanpa mempedulikan
Mba Rina yang berteriak – teriak karena terlalu merasa nikmat dengan
Kontol ku. Kontol ku terasa berdenyut denyut, nampaknya sudah mau
muntah, maka segera saja kutindih Mbakku dan kupeluk dengan amat kuat,
seiringan pompaan terakhir, Croot…crooooot….crot,
Kontol ku memuncratkan sperma yang cukup banyak ke seluruh liang
Memek Mba Rina, Mba Rina agak bergetar saat spermaku menyemprot kuat
dalam dinding – dinding Memeknya. Aku terkulai lemas, diam sesaat
menikmati rasa enak ini. Mba Rina pun membelai – belai punggungku yang
sedang menindihnya. Lama kami terdiam dalam posisi ini, lalu aku segeri
menggulingkan tubuhku, berbaring sejajar dengannya. Mba Rina menoleh ke
arahku dan tersenyum.
Pantas saja mama tidak menolak dan doyan kamu Entot-in Jhon, gila
sampai lemas aku karena puas dan nikmat disodok sama Kontol kamu.
Aku juga sama Mba…
Kamu jauh lebih hebat dan lebih tahan daripada pacarku…sampai rontok rasanya badanku.
Makanya Mbak harus lebih giat lagi melatih pacar Mbak…
Ah…ngeledek saja kamu.
Ngomong – ngomong Mbak sering ya NgentOt sama pacar Mbak..
Mau tahu ajaaa deh kamu. Tapi biar deh Mbak kasih tahu ke kamu, Mbak
pacaran dengan Indra sejak kelas 2 SMA dan tetap awet sampai sekarang,
mulai dari pertama kali melakukan sampai sekarang dengan dia saja.
Pertama kali melakukan karena kami memang sama – sama menginginkannya,
tidak ada keterpaksaan. Jadi bisa dibilang nakal dan pengalamanku
semuanya kulakukan bareng dia walau tidak terlalu sering.
Tapi sekarang tambah pengalaman ya sama aku Mba..hehehe.
Dasar anak bandel, kamu sendiri mana pacarnya Jhon…???
Wah belum tahu deh Mba, aku belum merasa perlu sih, kan aku sudah ada
pacar yaitu mama. Apalagi sekarang aku punya pacar lagi yaitu Mba Rina,
aku makin nggak merasa perlu deh cari pacar yang lain.
Duuhhh kamu ini…..serius dikit dong, kamu tahu nggak Mbak percya kamu
tuh nggak bakalan kesulitan cari pacar, wajah kamu oke, badan kamu
bagus, ditambah sekarang Mbak jyga baru tahu, kamu juga pintar…
Pintar apaan Mba…???
Pintar bikin perempuan puasssss….
Kamipun tertawa dengan candaan kami. Aku masih tidak percaya bahwa
aku baru saja menyetubuhi Mba Rina, setelah masalah yang terjadi saat
Mbak marah mengetahui hubungan yang kulakukan dengan mama, rasanya tidak
akan pernah terpikir olehku kemungkinan Mbak malah minta aku setubuhi.
Dia yang minta lho bukan aku. Ah Cewek kadang memang aneh, bisa marah,
tapi tetap punya penasaran juga melihat Kontol yang besar. Lalu Mba Rina
mulai bicara kembali.
Jhon, Mbak senang dengan keputusan Mbak meminta kamu NgentOt sama
Mbak, kamu boleh melakukannya lagi, Mbak akan dengan senang hati
meladeni kamu, kamu hanya tinggal bilang saja.
Tapi ini menjadi rahasia kita berdua ya, mama jangan sampai tahu,
bukan apa – apa, kita tidak boleh merusak kebahagiaan mama Jhon. Biarkan
mama menikmati kebahagiannya, aku takut mama akan marah dan kecewa
kalau sampai mama tahu bahwa kita juga punya hubungan.
Iyalah Mba, tenang saja, aku tidak akan bilang, lagian kalau mama
marah, aku yang rugi dong, bisa – bisa kehilangan Memek mama yang enak..
Deh ni anak, dasar pemikirannya kagak jauh dari Memek….!
Lumayan lama kami berbaring dan berbicara sambil bergurau dengan
cerianya. Tak lama Mba Rina bangun dan menuju meja riasnya terus membuka
lemari bajunya, aku hanya memperhatikan saja punggungnya yang sedang
berjalan, tidak melihat apa yang dia lakukan, tak lama dia kembali, di
tangannya dia membawa baby oil dan selimut kain yang panjang, belum
paham aku maunya, lalu ia berdiri di pinggir ranjang dan tersenyum
dengan amat nakalnya dan berkata…
Masih ada waktu banyak sebelum mama pulang, ronde berikutnya bisa segera dimulai adikku sayang?
Tentu saja, aku pun kembali bergairah. Mba Rina naik ke atas ranjang,
melebarkan selimut di atas ranjang, ukurannya cukup besar, dia bilang
buat tatakan. Dia segera membuka baby oil dan menuangkan isinya sedikit
demi sedikit ke…teteknya yang besar dan montok itu, lalu tangannya
mengusap dan meremas tetek yang kini nampak berkilau dan seksi dalam
balutan licinnya baby oil.
Aku masih melihat saja, menikmati adegan yang sedang Mbakku lakukan,
Dia mainkan teteknya yang kini amat licin sehingga sering melejit lejit
nakal saat tangannya memainkannya. Ughhh…Kontol ku jadi keras seketika,
tanpa diminta ku segera berpartisipasi ikut bermain dengan teteknya.
Enak rasanya memegang tetek besarnya yang licin, walau kita remas
kuat, tak perlu khawatir Mba Rina merasa sakit, karena tetek itu akan
melejit liar kalau kita remas kuat, kumainkan juga putingnya, kupilin
dengan jariku, namun fokusku tetap meremas dan memijit tetek Mba Rina .
Mba Rina menikmati sekali sentuhan tanganku pada teteknya, kepalanya
agak menengadah ke atas dan mulutnya mendesah.
Sebenarnya aku mau mulai menjepitkan Kontol ku di antara teteknya
itu, namun Mbakku ini nampaknya masih mau aku bermain² dengan tubuh
montoknya, ia pun segera membalikkan badannya, tengkurap dan menyuruhku
meminyaki punggung dan pantatnya.
Kumulai dari punggungnya, kubelai dan kuusap dengan lembut,
memijatnya, Mbak nampak rileks dan nyaman, Lalu aku menuju ke arah
pantatnya, kuremas² pantatnya yang licin karena minyak itu, gemas sekali
aku sama pantatnya yang seksi itu, jariku bergantian mengelus belahan
Memeknya dan area sekitar lubang pantatnya, hanya mengelus saja, untuk
memberikan rasa nyaman.
Lama aku mengusap dan meremas² daerah pantatnya, lalu Mba Rina
kusuruh berbalik, kutuang baby oil ke wilayah Memeknya, kuusap
selangkangannya, mengelus bagian luar Memeknya dengan jarinya, lalu
memainkan rambut kemaluannya.
Rambut kemaluannya yang lebat kini nampak tebal menggumpal karena
baby oil. Sungguh pemandangan yang terasa erotis. Setelah itu kembali
aku naik ke arah dadanya, kuusapi lengannya, daerah sekitar keteknya
yang ditumbuhi bulu ketek yang sedikit dan jarang, lalu kembali memijat –
mijat teteknya dengan gerakan tangan melingkar
Putingnya yang merah agak kecoklatan mengacung, mengkilat karena
minyak. Puas dengan semua aku segera memposisikan diri agar bisa
meletakkan Kontol ku gtepat di tengah tetek besar tersebut.
Jhon, gaya apa lagi nih…?
Lho, Mbak memang belum pernah seperti ini..istilahnya sih Titfish ? tanyaku agak heran
Belum pernah…
Wah bego amat pacar Mbak nggak mau memanfaatkan tetek sebesar dan semontok ini..
Habis dia nggak pernah minta gaya begini sih. Memang enak Jhon..???
Enak banget Mba, rasain saja sendiri ya, nanti Mbak praktekin juga
sama pacar Mbak. Dijamin nanti dia mau lagi deh. Sekarang Mbak dekap
pinggiran tetek Mbak yang kuat, biar bisa mencengkram Kontol ku…
Lalu aku segera memaju mundurkan pantatku, rasa nikmat yang kurasakan
sangat terasa karena tetek Mba Rina yang sudah licin berminyak itu
membuat gerakan Kontol ku menjadi lancar dan membuat kepala Kontol ku
terasa geli² enak setiap bergesakkan. Sesekali aku mendongakkan kepalaku
ke atas sambil mendesah.
Mba Rina pun nampaknya mulai merasakan enaknya gaya ini, sepertinya
teteknya merasa nyaman dengan sodokan Kontol ku, lidahnya beraksi
menjilat kepala Kontol ku saat gerakanku maju ke depan, sesekali aku
berhenti agar ia bisa memainkan dan mengulum ujung Kontol ku.
Kedua puting susunya terus aku mainkan, kupilin – pilin sehingga
makin terasa mengeras dan membesar secara maksimal. Nikmat sekali
melakukan gaya ini dengan tetek besar yang sudah diminyaki baby oil.
Namun aku tidak mau mengalami klimaks di sini. Segera saja aku memberi
tanda bahwa aku bRina at berhenti dan mengganti gaya…namun Mba Rina
sudah berbicara duluan..
Jhon sodok aku dari pantat ya..
Boleh saja, memang Mbak senang main belakang ya…??
Dulu sebelum aku melepas keperawanan ku, biasanya aku hanya memperbolehkan pacarku memasuki lubang pantatku saja.
Hebat…ternyata Mbak nakal juga yah…, ya sudah Mbak tetap berbaring saja deh.
Mba Rina menyempatkan mengulum Kontol ku dulu sebentar, lalu
mengolesinya dengan baby oil, tak ketinggalan ia siramkan baby oil ke
daerah lubang pantatnya. Aku segera memiringkan sedikit posisi badan Mba
Rina
Kakinya kuangkat satu ke atas dan kutempelkan di dadaku dengan kedua
tanganku mengapit Kaki tersebut. Aku segera mengarahkan Kontol ku ke
lubang pantatnya, Mba Rina sudah siap dengan melebarkannya dengan
jarinya, karena sudah biasa dan juga sudah licin dengan baby oil, mudah
saja Kontol ku menerobos lubang pantatnya.
Mba Rina nampak agak mengernyit merem melek, akupun segera memulai
pompaanku, sempit dan enak rasanya, kupompakan Kontol ku dengan ritme
agak pelan, sementara jari Mba Rina mulai beraksi memainkan itilnya
sendiri, membuat nafsuku makin bertambah,
Pompaanku mulai kupercepat karena lubang pantatnya kurasakan kini
mulai melebar dan makin memperlancar gerakanku. Desah nafas dan erangan
Mba Rina mulai terdengar. Kulihat ke arah wajahnya, matanya merem melek
dan dari bibirnya kerap terdengar desahan nikmat yang erotis,
Nampaknya Mba Rina merasa sedang di melayang layanh. Jarinya makin
cepat memainkan itil nya….Hmm, aku tak pernah membayangkan kalau
ternyata Mbakku juga panas dalam urusan seks.
Jhon…Oughhh…Kontol kamu sama enaknya di lubang Memek atau pantattt…!!
Sama, Mba Rina jugaa…
Aaahhh..Ssshhh…Oohhh….terussss Jhon…
Nggak perlu disuruhhh kok Mba..
Aku makin semangat saja, namun aku sempatkan sebentar menyodok
Memeknya sesaat, lalu kembali berkonstrasi menyodok lubang
pantatnya…Permainan kami kali ini sudah berlangsung cukup lama, tubuh
kami mulai berkeringat, namun tidak mengurangi gairah kami, aku kini
memompakan Kontol ku dengan cepat dan bertenaga,
Mba Rina pun mendesah semakin kuat, pinggulnya bergetar setiap Kontol
ku menyodok ke dalam lubang pantatnya. Itil Mba Rina terlihat semakin
besar saja di mataku, makin asik dilihat karena jari Mba Rina
memainkannya dengan terampil.
Pinggul Mba Rina kurasakan mulai terangkat sedikit, dan badannya
mulai agak mengejang, dan seiring desahan yang kuat Mba Rina mendapatkan
orgasme, Memek Mba Rina terlihat makin memerah karena lama dimainkan.
Sodokan dan goyanganku kini kulakukan secara maksimal, akupun mulai
merasakan denyut denyut nikmat di Kontol ku, dan menyemburlah cairan
spermaku membasahi lubang pantat Mba Rina .
Segera aku terdiam sesaat sambil tetap memegang Kaki Mba Rina yang
menempel di dadaku. Lalu aku segera mencabut Kontol ku dan berbaring di
sampingnya. Setelah lama terdiam aku memulai percakapan.
Mba, jujur saja aku tidak pernah bermimpi atau bRina at bisa melakukan
hal ini sama Mbak, bukan karena Mbak tidak menarik, aku mungkin sulit
menjelaskan, namun yang pasti aku tidak pernah bermimpi kalau akhirnya
akan seperti ini.
Mbak juga sama Jhon, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Sedikit aneh dan tidak terduga.
Betul Mba, makasih ya Mba.
Aku juga makasih Jhon. Nampaknya liburan kali ini benar – benar bagus
dan menyehatkan jasmaniku. Pokoknya selama aku masih di sini kamu harus
terus mengservis aku dengan Kontol mu itu ya adikku sayang.
Waduhhh…bisa – bisa gempor Kakiku harus meladeni Mbak dan mama yang
sama – sama doyan. Mana Mbak liburannya masih 3 minggu lagi…duh lembur
terus deh…
Aku bisa kompromi kok Jhon, jatahku dari kamu pulang sekolah sampai
mama pulang. Saat malam aku mau kamu melayani dan membahagiakan mama.
Kamipun lalu berciuman dengan hangat dan mesra, lalu aku membantu
Mbak merapikan ranjangnya kembali, dan bersiap menyambut mama pulang.
Saat makan malam mama menyadari aku dan Mbak sudah akrab kembali dan
mengatakan bahwa ia senang karena kami sudah rukun dan tidak marahan
lagi. Malamnya aku bisa dengan bebas dan tidak perlu khawatir untuk
memuaskan mamaku.
Selama 3 hari semua berlangsung begitu, siang jatah Mbak, malam mama,
namun setelah itu aku mulai keluar dari jadwal itu, malamnya aku bolos
dari mama dan malah kembali menggarap Mbakku, mama tidak curiga karena
dia pikir karena ada Mbak jadi aku berhati²
Sementara pada Mbak kubilang sengaja tidak ke kamar mama, aku harus
membuat mama berpikir bahwa aku juga berhati – hati saat ada Mbak di
rumah. Pada akhirnya untuk hari – hari selanjutnya memang aku
tetap,elakukan dengan mamaku, namun frewkensi saat malam hari mulai
bertambah ke kamar Mbak.
Yah kalau mau jujur semua kulakukan mungkin karena aku baru – baru
ini saja melakukan hubungan seks dengan Mbakku jadi wajar saja masih
penasaran sama tubuh Mbak. Akhirnya aku merasa tidak nyaman dengan
situasi ini, juga karena aku tidak enak berbohong sama mama.
Aku bilang ke Mbak, bahwa aku akan berterus terang ke mama, tentu
saja Mbak menolak niatku, tapi aku jelaskan juga ke Mbak bahwa aku tidak
nyaman berbohong ke mama. Ke depannya aku akan terus merasa nyaman
karena menyembunyikan rahasia ke mama. Setelah berargumen aku berhail
meyakinkan Mbak bahwa aku bisa mengatasi situasi ini.
Mbak menyerahkan sepenuhnya ke aku untuk bicara ke mama dan memilih
untuk menginap satu malam di rumah Tante Ani, adik mamaku agar aku bisa
bicara dengan bebas ke mama. Maka malam itu di ruang keluarga, aku
siapkan mentalku untuk menjelaskan hal ini ke mama.
Tentu saja tidak mudah membicarakan hal ini ke mama, mama benar –
benar marah dan tidak mengerti mengapa aku harus melakukan hubungan seks
juga dengan Mbak. Kemarahan mama paling besar karena aku dan Mbak juga
melakukan hubungan seks Bagi mama kalau Mbak akhirnya mengetahui
hubungan kami, dan Mbak marah dan tidak terima itu sudah resiko, dan
mama akan meminta maaf, memberi penjelasan dan alasannya serta meminta
pengertian Mbak.
Akhirnya dengan susah payah kuminta mama tenang dan diam dulu, aku
sudah dengarkan kemarahan mama, jadi kini biar aku mulai menjelaskan
semuanya dari awal ke mama biar mama paham. Aku bilang apa yang akan
kujelaskan dapat mama cek kebenarannya ke Mbak. Kujelaskan ke mama,
memang saat akhirnya melihat yang terjadi malam itu,
Mbak marah dan tidak terima, lalu aku bertengkar dengannya dan saling
beradu argumen, mempertahankan pendapat kami masing², makanya kami
sempat saling diam – diaman satu sama lain. Kuterangkan ke mama semuanya
yang aku dan Mbak ucapkan saat pertengkaran itu terjadi. Tentang
bagaimana upayaku menerangkan alasan juga memohon pengertiannya, juga
tentang bagaimana akhirnya Mbak akhirnya menerima dan mau mengerti.
Sampai sini aku berhenti dan menunggu reaksi mama.Mama terdiam
sejenak, nampak berpikir, kemarahan agak berkurang dari wajahnya, lalu
mama bilang dia berterima kasih karena aku dengan segala daya upayaku
bisa menerangkan dan membuat Mbakku bisa mengerti dn menerima hubungan
kami.
Namun mama menyesali karena kami terlalu ceroboh hingga Mbakku bisa
melihat saat kami berhubungan seks di malam itu. Mama lalu terdiam
sejenak dan kembali teringat akan kemarahan utamanya, wajahnya mulai
menegang dan mengulangi pertanyaannya :
Kenapa kamu harus melakukan hubungan seks dengan Mbak ? Kenapa kamu
harus merusak masa depan Mbakku ? Apa dengan mama saja kamu tidak puas ?
Kembali aku minta mama tenang dan mendengar lanjutan keteranganku.
Kujelaskan ke mama memang akhirnya Mba Rina memang bisa memahami dan
menerima semua yang terjadi, namun dengan tambahan satu syarat, Mba Rina
juga minta untuk disetubuhi olehku.
Kulihat mama nampak terperangah saat mendengar hal itu, lalu aku
lanjutkan bahwa saat itu aku menolak dan mama harus percaya hal itu. Aku
memang benar² menolaknya. Aku kembali melanjutkan keteranganku,
kukatakan ke mama tentu saja sebagai lelaki wajarlah aku juga terangsang
melihat keseksian Mbakku, kalau tidak aku tidak normalkan.
Sebelum aku melakukan hubungan seks dengan Mba Rina, aku terus terang
ke mama bahwa kadang nafsuku suka naik melihat keseksian Mba Rina,
namun tidak pernah dan memang aku selalu mampu menahan diri.
Kenapa akhirnya aku melakukannya juga ? karena saat itu situasinya
lain, ada faktor Mba Rina mengetahui hubungan aku dan mama,
pertengkaran, akhirnya ada pengertian, dan syarat darinya ditambah
rangsangan yang Mba Rina lakukan tentu saja aku sbagai lelaki tidak
kuasa menolaknya. Sampai sini kuhentikan kembali keteranganku. Mama
nampak mulai memahami situasi saat itu.
Aku mulai lagi penjelasanku, aku katakan saat aku melakukan hal itu
dengan Mba Rina, Mba Rina juga sudah tidak Perawan dan meminumpil KB
secara rutin. Sekilas kulihat kekecewaan di wajah mama saat mengetahui
kondisi Mba Rina yang sudah tidak Perawan lagi.
Lalu aku jelaskan bahwa aku dan Mbak tetap melakukan hubungan seks
sesudahnya, karena selain kami saling menyayangi, juga tidak munafik
kami menikmatinya. Kujelaskan juga percuma mama melarang, aku dan Mbak
pasti akan tetap melakukannya.
Hal ini baru akan berhenti bila kami telah memiliki pasangan atau
memang merasa sudah saatnya berhenti, kalau dipaksa berhenti percuma,
saat ini aku dan Mba Rina sedang dalam tahap awal, baru mulai, jadi
sedang panas – panasnya, masih penasaran dan ingin lebih lagi. Sama
seperti saat awal hubungan antara aku dan mama, sulit berhenti.
Lalu aku jelaskan hal yang terpenting pada mama : Kejujuran dan
Perasaanku. Aku bilang ke mama, bisa saja aku dan Mbak menyembunyikan
hubungan ini, resikonya mungkin suatu hari kelak mama kemungkinan juga
bisa memergoki kami. Mba Rina juga sama tidak mau mama tahu, karena
tidak mau merusak kebahagiaan mama, namun akulah yang memaksanya untuk
jujur sama mama.
Kulihat mama agak bingung dengan penjelasanku, katanya kenapa ?
Bukannya kalau kamu tidak bilang justru mama tidak akan tahu hubunganku
dengan Mba Rina . Aku katakan ke mama, ini masalah hati ma, aku selalu
menganggap mama sebagai orang yang special dan kusayangi dalam hidupku,
aku akan merasa tersiksa dan tidak nyaman selamanya kalau menyembunyikan
hal seperti ini dari mama.
Hatiku tidak mau aku membohongi mama, aku belum bisa menghentikan
hubunganku dengan Mba Rina, namun aku juga tidak mau membohongi mama.
Sekilas kulihat nampak wajah mama berseri mendengar penjelasan akhirku,
sekilas namun dapat kulihat. Kubilang penjelasanku sudah jelas dan
selesai. Lama mama terdiam, akupun diam juga, membiarkan mama berpikir.
Akhirnya mama berbicara..
Terimakasih kamu sudah mau jujur dan terbuka sama mama. Satu sisi
diri mama masih belum bisa membuat keputusan dan asih bingung dengan
situasi ini, tapi satu sisi yang lain mama merasa bangga karena kamu
punya keberanian menjelaskan semuanya ke mama.
Mama yakin kamu sangat menyayangi mama, karena kalau kamu tidak
sayang, mana mungkin kamu akan merasa tersiksa dan tidak nyaman hatinya,
kamu merasa seperti itu karena kamu sayang dan tidak mau mengkhianati
mama, untuk masalah yang itu mama sudah paham dan mengerti.
Jhoni lega karena bisa jujur sama mama. Jhoni mau hubungan Jhoni sama mama didasari kejujuran juga ma.
Kamu benar² mulai menjadi lelaki sejati Jhoni ku tersayang.
Terimakasih ma.
Biarkan mama sendiri malam ini ya, mama perlu tenang untuk berpikir lebih jauh Jhon.
Baik ma.
Akupun mencium pipi mamaku, membiarkan dia sendiri untuk tenang
memahami dan memikirkan semuanya. Aku berjalan ke arah kamarku, tidak
ada seks malam ini, tapi biarlah, aku dan mama juga sedang dalam tahap
baru dalam hubungan kami.
Tahap di mana hubungan kami akan berkembang ke arah yang lebih baik,
lebih matang dengan bisa jujur dan mampu mengatasi permasalahan yang
ada. Tidak lama kudengar mama masuk ke kamarnya. Akupun akhirnya
tertidur, lelap dan nyaman.
Besok paginya hari minggu, mama dan aku libur. Sudah kam 8 pagi dan
mama masih di kamarnya, tak berapa lama Mba Rina pulang. Setelah masuk
ke kamarnya untuk ganti baju, ia menghampiriku yang sedang menonton TV.
Dia menanyakan semuanya, aku terangkan yang terjadi semalam, dan kini
aku dan Mba Rina hanya perlu membiarkan mama tenang untuk berpikir.
Kami pun lalu menonton TV dan membicarakan hal – hal lainnya.
Menjelang siang mama keluar dan memanggil kami. Aku matikan TV, dan
bersama Mbak menghampiri mama yang sudah duduk di ruang keluarga. Mama
menunggu kami duduk, lalu memulai pembicaraan.
Terus terang mama memang terkejut mendengar apa yang Jhoni ungkapkan
semalam. Semalaman mama tidak tidur memikirkannya. Kini mama akan coba
membicarakannya dengan kalian. Pertama mama ingin minta maaf karena mama
dan Jhoni mempunyai hubungan yang kami rahasiakan dan akhirnya kamu
ketahui. Mama juga berterimakasih akhirnya kamu mau mengerti dan
menerimanya.
Ma, mama tidak perlu minta maaf. Rina sudah menerima penjelasannya
dari Jhoni, jadi singkatnya Rina mengerti dan mau mama bahagia.
Kamu memang sayang mama Rina . Mama lanjutkan ya…mama kembali ke kamu
Rina, kamu dengar saja dulu ya…terus terang sebenarnya ada kekecewaan
saat mama tahu kamu sudah tidak Perawan lagi, orangtua manapun mau yang
terbaik untuk anaknya kan? Tapi mama mencoba berpikir secara jRina h,
kamu adalah kamu, apa yang menjadi hak pribadi kamu adalah kehendak
kamu.
Mama hanya bisa memberikan nasehat atau wejangan, namun mama tidak
bisa 24 jam selamanya memantau kegiatan kamu. Jadi mama bisa memahami
hal itu, dan cukup lega mengetahui kamu melakukan hal itu pertamakali
bukan dengan paksaan atau terpaksa tapi dengan pasangan yang kamu
percayai.. Untuk selanjutnya mama hanya minta kamu bisa bertanggung
jawab atas segala resiko dan konsekwensinya. Mama diam sejenak, menarik
nafas lalu melanjutkan pembicaraannya.
Untuk kalian berdua, mama kaget dan tidak pernah berpikir sedikitpun
bahwa akhirnya kalian berdua melakukan hubungan seks. Berat menerima
kenyataan itu. Namun mama berpikir secara logis, juga setelah mendengar
penjelasan Jhoni, hal ini mamapun tidak bisa larang.
Semua sudah terjadi, kalian melakukannya juga tanpa paksaan, jadi
mama hanya bisa bilang silahkan kalian lakukan selama memang kalian
berdua masih menginginkannya, namun berhentilah melakukannya bila di
kemudian hari salah satu dari kalian memang bRina at berhenti.
Juga jaga rahasia ini sebaik mungkin, apa yang terjadi antara Mama
dan Jhoni yang ketahuan Rina, harus jadi pelajaran untuk berhati².
Mama juga tidak akan memonopoli Jhoni, Jhoni bebas menentukan kapan
dan dengan siapa ia inginmelakukannya, bila sedang ingin dengan mama,
silahkan, bila sedang ingin dengan Rina, mama tidak akan egois, kamu
juga harus bersikap yang adil ya Rina, jangan memaksa Jhoni . Lebih baik
begini tidak ada yang perlu disembunyikan. Mama rasa itu saja, mama
harap apa yang mama putuskan ini bisa memuaskan semua pihak.
Secara spontan aku segera berdiri dan menghampiri mama, kukecup
pipinya dan memeluknya sambil mengucapkan terimakasih atas semuanya dan
telah berlaku adil. Mba Rina pun menghampiri mama, memeluk dan mengecup
pipinya. Lama kami bertiga berpelukan, dalam kehangatan satu keluarga,
kini semua sudah jelas dan tidak ada yang pelu disembunyikan. Lalu mama
menyuruh kami mandi dan siap² makan di luar.
Kini aku dapat melakukannya dengan nyaman, tanpa perlu terikat waktu,
sekarang dengan mama atau sekarang dengan Mba Rina . Kalau aku sedang
sama mama, Mba Rina paham, begitu sebaliknya. Karena Mba Rina hanya
pulang ke rumah pada saat² tertentu, maka kalau ada Mba Rina di rumah,
maka aku lebih banyak melakukan dengan Mba Rina, mama juga menganggap
hal ini wajar, karena biar bagaimanapun saat Mba Rina sedang masa
kuliah, mama memiliki aku setiap waktu.
Kalau ada pembaca yang bertanya, apa pernah kami main bertiga, aku
akan jawab tidak. Kalau dari aku, tentu mau dong, Mba Rina juga pasti
bisa kuyakinkan, tapi kurasa mama tidak akan nyaman melakukan nya
bertiga dengan anak perempuannya, jadi antara aku, mama dan Mba Rina
tidak pernah melakukan bertiga sekaligus.
Tamat